ibrah

Khalifah Ali dan Kemunculan Khawarij: Perpecahan yang Mengubah Sejarah

Selasa, 25 Februari 2025 | 13:30 WIB
Khalifah Ali dan Kemunculan Khawarij: Perpecahan yang Mengubah Sejarah (Foto/YouTube)

IFA.id -- Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Islam.

Sebagai sepupu dan menantu Nabi Muhammad, Ali dikenal sebagai sosok yang cerdas, pemberani, dan memiliki kedalaman ilmu agama yang luar biasa.

Namun, masa kepemimpinannya diwarnai dengan konflik internal yang dikenal sebagai Fitnah Kubra atau "fitnah besar," yang menyebabkan perpecahan dalam umat Islam.

Baca Juga: Resep Sayur Lodeh Halal: Kuah Santan Gurih yang Lezat dan Mudah Dibuat

Latar Belakang dan Pengangkatan sebagai Khalifah

Ali bin Abi Thalib lahir pada tahun 600 M dan menjadi salah satu orang pertama yang masuk Islam.

Ia dikenal sebagai sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah dan memainkan peran penting dalam berbagai peperangan Islam.

Setelah wafatnya Utsman bin Affan pada tahun 656 M, Ali diangkat menjadi khalifah keempat melalui baiat yang diberikan oleh banyak sahabat di Madinah.

Namun, pengangkatannya tidak diterima oleh seluruh umat Islam. Kelompok yang menentangnya menuntut agar Ali segera menghukum para pemberontak yang membunuh Khalifah Utsman sebelum mengemban tugas sebagai pemimpin. Persoalan ini menjadi pemicu utama konflik pada masa pemerintahannya.

Perang Jamal: Perpecahan di Kalangan Sahabat

Salah satu peristiwa penting dalam kepemimpinan Ali adalah Perang Jamal (656 M). Konflik ini terjadi karena ketidaksepakatan antara Ali dan beberapa sahabat besar, termasuk Aisyah binti Abu Bakar, Thalhah, dan Zubair bin Awwam.

Mereka menuntut keadilan atas kematian Utsman sebelum mengakui pemerintahan Ali. Pertempuran terjadi di dekat Basrah dan berakhir dengan kemenangan pasukan Ali.

Namun, perang ini meninggalkan luka mendalam di kalangan umat Islam karena memperlihatkan perpecahan yang nyata antara sesama sahabat Nabi.

Aisyah ditawan namun diperlakukan dengan hormat, lalu dikembalikan ke Madinah tanpa dihukum.

Baca Juga: Hukum Mencicipi Makanan saat Puasa Bolehkah? Kupas Tuntas di Sini!

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB