Perang Shiffin dan Munculnya Khawarij
Setelah Perang Jamal, Ali harus menghadapi kelompok yang lebih besar, yaitu Muawiyah bin Abi Sufyan, gubernur Syam yang juga menuntut pembalasan atas kematian Utsman.
Ketegangan ini memuncak dalam Perang Shiffin (657 M), pertempuran yang berlangsung selama beberapa bulan dan berakhir dengan arbitrase (tahkim).
Ketika arbitrase berlangsung, sebagian pengikut Ali merasa kecewa karena menganggap bahwa keputusan untuk berunding adalah bentuk kelemahan.
Dari kelompok ini, muncullah Khawarij, sebuah kelompok ekstrem yang menolak kedua pemimpin (Ali dan Muawiyah) serta menganggap bahwa kepemimpinan hanya boleh dipegang oleh orang yang benar-benar adil menurut hukum Islam.
Pemberontakan Khawarij dan Perang Nahrawan
Kelompok Khawarij segera melakukan pemberontakan terhadap Ali. Mereka menganggap bahwa siapa pun yang tidak sejalan dengan pemahaman mereka harus diperangi.
Untuk menghadapi ancaman ini, Ali memimpin pasukan dalam Perang Nahrawan (658 M), di mana pasukan Khawarij berhasil dikalahkan, tetapi ideologi mereka tetap bertahan dan terus berkembang di kemudian hari.
Baca Juga: Makanan Halal yang Mengandung Vitamin C untuk Imunitas Tubuh
Pembunuhan Ali bin Abi Thalib
Masa kepemimpinan Ali berakhir tragis ketika ia dibunuh oleh seorang anggota Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam pada tahun 661 M.
Ali wafat akibat luka pedang yang diterimanya saat sedang melaksanakan salat di Masjid Kufah.
Pembunuhannya menandai berakhirnya era Khulafaur Rasyidin dan membuka jalan bagi berdirinya Kekhalifahan Umayyah di bawah kepemimpinan Muawiyah bin Abi Sufyan.
Dampak Perpecahan dan Warisan Ali
Peristiwa selama kepemimpinan Ali membawa dampak besar terhadap perkembangan Islam. Fitnah yang terjadi mengakibatkan perpecahan yang terus berlanjut hingga kini, yang salah satu akibatnya adalah munculnya dua kelompok utama dalam Islam, yaitu Sunni dan Syiah.
Artikel Terkait
Amalan Sunnah yang Dianjurkan saat Berpuasa: Raih Keberkahan Ramadhan dengan Optimal
Hukum Mandi Junub Sebelum Puasa dan Tata Caranya
Makanan Halal yang Mengandung Vitamin C untuk Imunitas Tubuh
Hukum Mencicipi Makanan saat Puasa Bolehkah? Kupas Tuntas di Sini!
Resep Sayur Lodeh Halal: Kuah Santan Gurih yang Lezat dan Mudah Dibuat