IFA.id -- Luqman Al hakim adalah salah satu sosok yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai seorang yang bijaksana.
Namanya diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Luqman, yang berisi nasihat-nasihat penting yang ia berikan kepada anaknya.
Meskipun tidak disebutkan secara pasti apakah Luqman seorang nabi atau hanya seorang yang dianugerahi kebijaksanaan oleh Allah, namun kata-katanya tetap menjadi pedoman hidup bagi banyak orang.
Siapakah Luqman Al-Hakim?
Luqman diyakini hidup pada zaman Nabi Daud. Ia berasal dari daerah Nubia atau Ethiopia, dan dikenal sebagai seorang yang sangat cerdas serta memiliki pemahaman mendalam tentang kehidupan.
Kebijaksanaan yang dimilikinya bukan hanya dalam hal keilmuan, tetapi juga dalam menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan ketakwaan kepada Allah.
Luqman bukanlah seorang raja atau pemimpin besar, tetapi kata-katanya memiliki pengaruh yang sangat luas.
Ia dikenal karena sikapnya yang rendah hati, sabar, dan senantiasa mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada siapa saja yang ditemuinya, terutama kepada anaknya.
Nasihat Luqman Kepada Anaknya
Dalam Al-Qur’an, Allah mengabadikan beberapa nasihat Luqman kepada anaknya dalam Surah Luqman ayat 12-19. Berikut adalah beberapa pelajaran utama yang dapat diambil dari nasihatnya:
1. Jangan Menyekutukan Allah
"Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)
Luqman mengajarkan kepada anaknya bahwa tauhid, atau mengesakan Allah, adalah prinsip utama dalam kehidupan.
Syirik atau menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain adalah bentuk ketidakadilan terbesar, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap Allah.