IFA.id -- Nusaibah binti Ka'ab, juga dikenal sebagai Ummu Imarah, adalah salah satu sahabat wanita Rasulullah SAW yang berasal dari kaum Anshar.
Ia termasuk di antara dua wanita yang berpartisipasi dalam Baiat Aqabah kedua, bersama 70 laki-laki Anshar lainnya.
Keberaniannya dalam berbaiat menunjukkan komitmen dan keyakinannya yang kuat terhadap ajaran Islam.
Baca Juga: Thariq bin Ziyad: Panglima Berani di Balik Penaklukan Andalusia
Keberanian Nusaibah semakin tampak dalam Perang Uhud. Awalnya, ia hadir untuk memberikan bantuan medis kepada para pejuang yang terluka.
Namun, ketika situasi pertempuran menjadi genting dan pasukan Muslim mulai terdesak, Nusaibah segera mengambil peran aktif dalam pertempuran.
Dengan pedang di tangan dan perisai di lengan, ia berdiri di samping Rasulullah SAW, melindungi beliau dari serangan musuh.
Baca Juga: Shalat Dhuha: Amalan Sunnah dengan Beragam Keutamaan
Rasulullah SAW bahkan memuji keberaniannya dengan mengatakan, "Di mana pun aku menoleh, aku melihatnya berperang di depanku."
Selain di Perang Uhud, Nusaibah juga turut serta dalam peristiwa penting lainnya, seperti Perjanjian Hudaibiyah dan Perang Hunain.
Dedikasinya yang luar biasa dalam membela Islam dan melindungi Rasulullah SAW menjadikannya teladan bagi kaum Muslimah sepanjang masa.
Keberanian dan pengorbanannya menunjukkan bahwa peran wanita dalam Islam sangatlah penting dan mulia.