Kamis, 4 Juni 2026

Pemberontakan Qaramitah: Penghancuran Mekkah dan Hilangnya Hajar Aswad

Gilang Fajar, Ifa.id
- Minggu, 23 Februari 2025 | 23:30 WIB
Pemberontakan Qaramitah: Penghancuran Mekkah dan Hilangnya Hajar Aswad (Foto/YouTube)
Pemberontakan Qaramitah: Penghancuran Mekkah dan Hilangnya Hajar Aswad (Foto/YouTube)

IFA.id -- Pemberontakan Qaramitah adalah salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Islam.

Gerakan ini muncul sebagai ancaman bagi dunia Islam pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Salah satu kejadian paling mengejutkan yang dilakukan oleh qaramitah adalah pencurian Hajar Aswad dari Ka’bah pada tahun 930 M.

Peristiwa ini bukan hanya menjadi tragedi bagi umat Islam tetapi juga mengguncang stabilitas politik dan keagamaan saat itu.

Baca Juga: Imam Husain di Karbala: Pengorbanan Besar Demi Kebenaran dan Keadilan

Asal-usul Qaramitah

Qaramitah merupakan salah satu sekte dalam kelompok Syiah Ismailiyah yang berkembang di wilayah Timur Tengah, khususnya di Bahrain dan sebagian besar wilayah Teluk Persia.

Gerakan ini didirikan oleh Hamdan Qarmat, seorang dai Ismailiyah yang menyebarkan ajarannya di Irak.

Sekte ini mengadopsi ajaran-ajaran yang berbeda dari Islam arus utama, termasuk konsep kesetaraan ekonomi yang radikal serta penolakan terhadap otoritas khalifah Abbasiyah yang berkuasa pada saat itu.

Qaramitah dikenal sebagai kelompok revolusioner yang menentang pemerintahan Abbasiyah. Mereka tidak hanya menolak sistem pemerintahan yang ada, tetapi juga membangun negara sendiri yang berbasis di Bahrain.

Dengan kekuatan militer yang cukup besar, mereka melancarkan berbagai serangan terhadap wilayah-wilayah Islam lainnya.

Baca Juga: Bilal bin Rabah, muadzin pertama Islam, disiksa karena imannya, tetapi tetap teguh dengan kalimat Ahad, Ahad.

Pencurian Hajar Aswad

Pada tahun 930 M, Abu Tahir al-Jannabi, pemimpin Qaramitah saat itu, melancarkan serangan besar ke Kota Mekah.

Mereka menyerbu Masjidil Haram dan melakukan pembantaian besar-besaran terhadap jamaah haji. Ribuan orang terbunuh dalam peristiwa yang mengerikan ini.

Abu Tahir bahkan mengejek keyakinan umat Islam dengan mengatakan bahwa ibadah haji hanyalah bentuk kesia-siaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X