IFA.id -- Pemberontakan Qaramitah adalah salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Islam.
Gerakan ini muncul sebagai ancaman bagi dunia Islam pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Salah satu kejadian paling mengejutkan yang dilakukan oleh qaramitah adalah pencurian Hajar Aswad dari Ka’bah pada tahun 930 M.
Peristiwa ini bukan hanya menjadi tragedi bagi umat Islam tetapi juga mengguncang stabilitas politik dan keagamaan saat itu.
Baca Juga: Imam Husain di Karbala: Pengorbanan Besar Demi Kebenaran dan Keadilan
Asal-usul Qaramitah
Qaramitah merupakan salah satu sekte dalam kelompok Syiah Ismailiyah yang berkembang di wilayah Timur Tengah, khususnya di Bahrain dan sebagian besar wilayah Teluk Persia.
Gerakan ini didirikan oleh Hamdan Qarmat, seorang dai Ismailiyah yang menyebarkan ajarannya di Irak.
Sekte ini mengadopsi ajaran-ajaran yang berbeda dari Islam arus utama, termasuk konsep kesetaraan ekonomi yang radikal serta penolakan terhadap otoritas khalifah Abbasiyah yang berkuasa pada saat itu.
Qaramitah dikenal sebagai kelompok revolusioner yang menentang pemerintahan Abbasiyah. Mereka tidak hanya menolak sistem pemerintahan yang ada, tetapi juga membangun negara sendiri yang berbasis di Bahrain.
Dengan kekuatan militer yang cukup besar, mereka melancarkan berbagai serangan terhadap wilayah-wilayah Islam lainnya.
Pencurian Hajar Aswad
Pada tahun 930 M, Abu Tahir al-Jannabi, pemimpin Qaramitah saat itu, melancarkan serangan besar ke Kota Mekah.
Mereka menyerbu Masjidil Haram dan melakukan pembantaian besar-besaran terhadap jamaah haji. Ribuan orang terbunuh dalam peristiwa yang mengerikan ini.
Abu Tahir bahkan mengejek keyakinan umat Islam dengan mengatakan bahwa ibadah haji hanyalah bentuk kesia-siaan.
Artikel Terkait
Petani Muda Raup Miliaran Rupiah dalam Satu Periode Panen Berkat Strategi Inovatif
Modal Seadanya, Kini Raup Ratusan Juta dari Bisnis Makanan Ringan
Merintis Usaha Sejak SMP, Kini Raup Omzet Ratusan Juta Per Bulan
Hobi Memasak, Kini Sukses hingga Menembus Pasar Hongkong
Lulusan IT Jadi Peternak: Perjalanan Hardi Setia Ramdani Merintis Vigaza Farm