Dalam peristiwa tragis ini, Qaramitah mencuri Hajar Aswad, batu suci yang menjadi salah satu bagian utama dalam ibadah haji.
Mereka membawa Hajar Aswad ke markas mereka di Al-Hasa (sekarang bagian dari Arab Saudi) dan menyimpannya selama lebih dari dua dekade.
Perbuatan ini membuat umat Islam di seluruh dunia marah dan bersedih karena Ka’bah kehilangan salah satu bagiannya yang paling suci.
Dampak Pencurian Hajar Aswad
Pencurian Hajar Aswad tidak hanya menciptakan krisis spiritual bagi umat Islam tetapi juga berdampak besar terhadap dunia politik Islam.
Kekhalifahan Abbasiyah, yang saat itu sedang melemah, tidak mampu bertindak tegas terhadap Qaramitah.
Meskipun demikian, tekanan dari berbagai pihak akhirnya memaksa Qaramitah untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempat asalnya pada tahun 951 M.
Batu tersebut akhirnya dikembalikan dalam kondisi pecah dan harus disusun kembali di Ka’bah.
Selain dampak spiritual, peristiwa ini juga menunjukkan lemahnya pemerintahan Abbasiyah dalam menghadapi ancaman dari kelompok-kelompok separatis.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat kemunduran kekhalifahan Abbasiyah pada abad-abad berikutnya.
Baca Juga: Pentingnya Konsisten dalam Berbuat Baik Sepanjang Tahun
Kehancuran Qaramitah
Setelah mencapai puncak kejayaannya, Qaramitah mulai mengalami kemunduran. Faktor internal seperti perselisihan kepemimpinan serta tekanan dari kekuatan luar, termasuk dari Abbasiyah dan Fathimiyah, menyebabkan runtuhnya gerakan ini.
Pada akhirnya, wilayah kekuasaan Qaramitah berhasil direbut kembali, dan pengaruh mereka pun memudar hingga akhirnya menghilang dari sejarah Islam.
Pemberontakan Qaramitah dan pencurian Hajar Aswad merupakan salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Islam.
Artikel Terkait
Petani Muda Raup Miliaran Rupiah dalam Satu Periode Panen Berkat Strategi Inovatif
Modal Seadanya, Kini Raup Ratusan Juta dari Bisnis Makanan Ringan
Merintis Usaha Sejak SMP, Kini Raup Omzet Ratusan Juta Per Bulan
Hobi Memasak, Kini Sukses hingga Menembus Pasar Hongkong
Lulusan IT Jadi Peternak: Perjalanan Hardi Setia Ramdani Merintis Vigaza Farm