IFA.ID -- Sifat sombong dan iri adalah dua penyakit hati yang dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah, dengan orang lain, dan bahkan dengan dirinya sendiri.
Dalam Islam, kedua sifat ini sangat ditekankan untuk dihindari karena dapat menghancurkan ketulusan hati dan merusak kualitas ibadah.
Rasulullah SAW mengajarkan kita bagaimana cara menghindari sifat sombong dan iri dengan pendekatan yang sangat bijaksana, serta memberikan solusi untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin ini.
Artikel ini akan membahas cara-cara menghindari sifat sombong dan iri dengan pendekatan Islam.
Baca Juga: Bahaya Penyakit Hati bagi Kehidupan
- Mengenali Sifat Sombong dan Iri
Sebelum kita bisa menghindari sifat sombong dan iri, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kedua sifat ini dalam Islam.
- Sombong (Kibir): Sifat sombong adalah perasaan lebih baik daripada orang lain, merasa lebih unggul dan lebih pantas mendapat perhatian, kekayaan, atau kedudukan.
Dalam Islam, sombong adalah sifat yang sangat dilarang karena Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Luqman ayat 18, "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong.
Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan tidak dapat pula menjulang setinggi gunung."Sombong dapat menyebabkan seseorang merasa tidak membutuhkan orang lain, bahkan Allah, dan merendahkan orang lain.
- Iri (Hasad): Sifat iri adalah perasaan tidak senang dengan keberhasilan atau kebahagiaan orang lain, dan menginginkan agar kebahagiaan atau keberhasilan itu hilang dari mereka.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-Falaq ayat 5, "Dan dari kejahatan pendengki apabila dia dengki." Iri hati dapat merusak hubungan sosial dan membebani jiwa dengan perasaan negatif.
Baca Juga: Makanan Halal dengan Bahan Dasar Tahu dan Tempe
- Memahami bahwa Semua yang Ada di Dunia adalah Anugerah dari Allah
Salah satu cara untuk menghindari sifat sombong adalah dengan menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini adalah pemberian Allah.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, Allah berfirman, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.