IFA.id -- Dalam kehidupan, kita sering mendengar kata-kata "sabar" dan "pasrah". Kedua kata ini sering dianggap memiliki arti yang mirip, tetapi dalam Islam, keduanya memiliki makna dan konteks yang berbeda.
Meskipun keduanya melibatkan penerimaan terhadap ujian atau cobaan hidup, ada perbedaan mendasar antara sabar dan pasrah yang perlu kita pahami.
Mari kita bahas lebih dalam tentang perbedaan antara sabar dan pasrah dalam Islam.
1. Pengertian Sabar dalam Islam
Sabar adalah salah satu sifat yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Dalam bahasa Arab, sabar berasal dari kata "صَبَرَ" yang berarti menahan diri.
Sabar dalam Islam bukan berarti hanya diam atau pasif dalam menghadapi ujian, tetapi lebih kepada kemampuan untuk menahan diri, menjaga ketenangan hati, dan tetap teguh dalam menjalankan perintah Allah meskipun tengah menghadapi kesulitan.
Baca Juga: Makanan Halal dengan Bahan Dasar Tahu dan Tempe
Ciri-ciri sabar:
Menahan diri dari keluhan dan rasa putus asa.
Menerima ujian dengan lapang dada.
Berusaha terus berbuat baik meskipun dalam keadaan sulit.
Tidak tergesa-gesa atau terburu-buru dalam mencari jalan keluar, melainkan tetap berusaha dengan ikhtiar dan doa.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 153:
"Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."
(Surah Al-Baqarah, 2:153)
2. Pengertian Pasrah dalam Islam
Pasrah dalam Islam sering dianggap sebagai sikap menyerah total terhadap keadaan atau takdir tanpa usaha atau ikhtiar.
Artikel Terkait
Tips Menjaga Istiqamah dalam Beribadah, Kaum Muslimin Wajib Tahu
Fina Mairita: Bangkit dari Keterpurukan dan Membangun Bisnis
Fatima al-Fihri: Wanita Muslim yang Mengubah Sejarah Pendidikan, Pendiri Universitas Pertama di Dunia!
Bagaimana Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Ibadah?
Makanan Halal dengan Bahan Dasar Tahu dan Tempe