Dengan cepat, masyarakat bertindak dan menangkap pelaku sebelum mereka dapat menyelesaikan rencana jahat mereka.
3. Pencurian oleh Raja Nasrani dari Maroko
Pada tahun 557 H (1164 M), sekelompok raja Nasrani dari Maroko mencoba mencuri jasad Nabi dengan berpura-pura menjadi jemaah haji.
Mereka menyewa rumah di dekat Masjid Nabawi dan membangun terowongan untuk pergi ke makam.
Baca Juga: Kebakaran di Kemayoran Jakarta Pusat
Meskipun demikian, Allah SWT menghalangi keinginan mereka dengan mengirimkan gempa bumi yang membuat mereka takut.
Saat itu, Sultan Nuruddin Zanky segera bertindak untuk menjaga makam dengan membangun parit di sekelilingnya.
4. Upaya Pencurian oleh Penjahat Romawi
Dalam sebuah insiden lain, sekelompok penjahat Romawi asal Syam ditangkap setelah merampok kafilah haji dan menebar isu bahwa mereka berniat mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Lima Hikmah yang Didapatkan Jika Bertobat Jalan Kembali Menuju Allah
Rencana mereka terungkap sebelum sempat dilaksanakan, berkat kewaspadaan masyarakat Madinah dan tindakan cepat dari pihak berwenang.
5. Percobaan Terakhir oleh Sekelompok dari Aleppo
Percobaan terakhir terjadi di malam hari setelah shalat Isya ketika sekelompok orang dari Aleppo datang ke Madinah dengan membawa perhiasan untuk mendapatkan izin masuk ke makam Nabi.
Namun, anehnya, seluruh kelompok tersebut tiba-tiba "ditelan bumi" tanpa meninggalkan jejak, menunjukkan kekuatan Allah dalam melindungi makam Rasulullah.
Lima upaya pencurian mayat Nabi Muhammad SAW menunjukkan kebencian musuh-musuh islam terhadap beliau, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap niat jahat akan gagal jika Allah SWT berkehendak lain.