IFA.id – Salah satu contoh nyata dari perjalanan spiritual yang mendalam dan penuh makna adalah Ingrid Mattson, seorang aktivis dan akademisi terkenal asal Kanada.
Ingrid lahir di Kitchener, Ontario, pada tahun 1964, dan dibesarkan dalam keluarga Katolik Roma yang setia.
Sejak kecil, ia beragama, menghadiri misa dan membaca kitab suci. Namun, Ingrid mengalami perubahan besar dalam hidupnya pada usia 16 tahun.
Baca Juga: Kehidupan Bilal Philips: Seorang Mualaf yang Mengubah Persepsi Tentara AS tentang Agama Islam
Ia keluar dari agama Katolik dan menjadi ateis, memilih untuk kuliah di Universitas Waterloo dengan jurusan seni dan filsafat.
Saat mengunjungi Museum Louvre di Paris, Ingrid memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan siswa muslim asal Senegal, yang merupakan awal perjalanannya menuju islam.
Pengalamannya bersama mereka membuka matanya pada keindahan dan kedamaian ajaran islam.
Baca Juga: Kesehatan dan Pengobatan dalam Tradisi Islam: Perspektif Holistik Berdasarkan Dalil
Ingrid terkesan dengan cara hidup siswa tersebut, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai moral mereka meskipun menghadapi banyak kesulitan.
Rasa ingin tahunya semakin mendalam setelah kembali ke Kanada. Ia mulai belajar tentang agama islam dan membaca Al-Qur'an. Ingrid resmi memeluk islam pada tahun 1986 setelah mengucapkan syahadat.
Dengan mengenakan jilbab sebagai tanda komitmennya terhadap agama baru yang ia pilih, ia merasa nyaman dan dilindungi oleh aturan islam, yang dia anggap jelas dan tidak memberatkan.
Baca Juga: Diet Sehat Menurut Islam: Panduan Berdasarkan Dalil-Dalil Al-Qur’an dan Hadis
Ingrid menjadi seorang dermawan setelah memeluk agama islam. Ia bertemu dengan suaminya, Aamer Atek, saat menjadi relawan di Pakistan.
Setelah itu, mereka pergi ke Amerika Serikat. Di sana, Ingrid bergabung dengan Islamic Society of North America (ISNA).
Artikel Terkait
Jika Muslim seperti Nagita Nagita Slavina Makan Daging Babi
Kisah Inspiratif Abu Dujanah: Ketulusan Seorang Sahabat yang Membuat Rasulullah Menangis
Kapan Waktu yang Tepat untuk Beramal? Jawabannya Ada di Al-Qur'an
Lima Hikmah yang Didapatkan Jika Bertobat Jalan Kembali Menuju Allah
Kehidupan Bilal Philips: Seorang Mualaf yang Mengubah Persepsi Tentara AS tentang Agama Islam