IFA.id – Sejarah Islam dipenuhi dengan kisah-kisah yang menggugah tentang perjuangan dan pengorbanan Nabi Muhammad SAW.
Beliau bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga teladan dalam akhlak dan moral. Setelah wafatnya, makam Nabi di Madinah menjadi tempat yang sangat dihormati oleh umat islam di seluruh dunia.
Namun, di balik penghormatan tersebut, terdapat sejumlah percobaan jahat untuk mencuri jasad beliau, yang menunjukkan betapa besar niat buruk yang muncul dari musuh-musuh islam.
Baca Juga: Melodi Baru: Bagaimana Yusuf Islam Menemukan Makna dalam Kehidupan Setelah Memeluk Islam
Lima upaya pencurian jasad Nabi Muhammad ini tidak hanya menggambarkan kebencian yang dialamatkan kepada beliau, tetapi juga menegaskan kuasa Allah SWT dalam melindungi hamba-Nya.
Setiap upaya yang dilakukan untuk merusak atau mengambil jasad Nabi selalu berakhir dengan kegagalan yang mencolok.
1. Upaya Pertama oleh Khalifah Al-Hakim Bi Amrillah
Percobaan pertama dilakukan oleh Khalifah Al-Hakim Bi Amrillah dari Daulah Fatimiyah pada tahun 1009 M.
Baca Juga: Memanas Shella Saukia kembali laporkan seseorang terkait pencemaran nama baik
Dia ingin membawa mayat Nabi ke Mesir untuk menarik pengunjung dan meningkatkan ekonomi negara.
Namun, orang-orang di Madinah mengetahui tentang rencana ini, dan pada malam eksekusi, Allah SWT mengirimkan angin besar untuk mengguncang kota guna menghalangi niat jahat itu.
2. Upaya Kedua oleh Khalifah yang Sama
Setelah kegagalan pertama, Khalifah Al-Hakim tetap tidak menyerah. Dalam upaya kedua, ia mengirimkan tentaranya untuk menggali terowongan menuju makam Nabi.
Namun, ketika mereka hampir berhasil, penduduk Madinah mendengar suara aneh yang memperingatkan mereka tentang penggalian tersebut.
Artikel Terkait
Sabina Altynbekova, Pevoli Cantik yang Taat Beragama dan Inspirasi Banyak Orang
Menemukan Konsep Inspiratif Islam untuk Kehidupan yang Lebih Bermakna
Kehidupan Bilal Philips: Seorang Mualaf yang Mengubah Persepsi Tentara AS tentang Agama Islam
Kisah Inspiratif Ingrid Mattson: Mualaf yang Menemukan Kedamaian dalam Ajaran Islam
Melodi Baru: Bagaimana Yusuf Islam Menemukan Makna dalam Kehidupan Setelah Memeluk Islam