IFA.id – Kaum Tsamud, yang tinggal di Lembah Hijr, dekat Al-Ula di Arab Saudi, dikenal sebagai masyarakat yang kaya dan pandai membuat rumah, tetapi mereka terjerumus dalam penyembahan berhala dan menolak ajaran tauhid.
Kaum Tsamud adalah keturunan dari suku 'Ad yang dihancurkan sebelumnya. Mereka hidup dengan kemewahan dan sangat mahir membangun rumah dari batu.
Meskipun mereka kaya dan berkembang, mereka tidak menghargai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Baca Juga: Sejarah Konflik Hamas dengan Israel: Perjalanan Kekerasan yang Berkelanjutan
Karena kasih sayang-Nya, Allah mengutus Nabi Shaleh AS ke antara mereka untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar.
Nabi Shaleh AS diangkat menjadi nabi pada tahun 2100 SM dan dikenal sebagai sosok terhormat di kalangan suku Tsamud.
Nabi Shaleh AS memiliki tugas berat untuk mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan berhala dan beriman kepada Allah Yang Maha Esa.
Baca Juga: Mengenal Buya Hamka: Kisah Seorang Sastrawan yang Mengubah Wajah Islam di Indonesia
Dalam dakwahnya, Nabi Shaleh mengingatkan mereka akan akibat dari keangkuhan dan menolak perintah Allah. Namun, para pemimpin yang merasa ajarannya menimbulkan ancaman terbesar.
Sebagai bukti kerasulannya, kaum Tsamud menantang Nabi Shaleh untuk mengeluarkan seekor unta betina dari sebuah batu besar.
Dengan izin Allah, mukjizat ini pun terjadi; unta betina muncul dari batu tersebut. Unta ini dikenal sebagai "Unta Betina Allah" dan menjadi simbol peringatan bagi kaum Tsamud.
Baca Juga: Kisah Mush’ab bin Umair: Pelopor Dakwah yang Tak Kenal Lelah di Tengah Penolakan
Nabi Shaleh memperingatkan mereka untuk tidak mengganggu unta tersebut, karena jika dilakukan, azab akan menimpa mereka.
Melihat mukjizat tersebut, sebagian dari kaum Tsamud mulai percaya kepada Nabi Shaleh, tetapi banyak yang terus menentang.