ibrah

Ketika KH Said Aqiel Siradj Membuka Tabir Syair Burdah yang Menyentuh Hati, Memang Mengagumkan

Jumat, 17 Januari 2025 | 07:00 WIB
Mustasyar PBNU, KH Said Aqiel Siradj.

Mungkin inilah keajaiban terbesar Burdah: ia bukan hanya sekadar syair, tetapi juga cerminan cinta tak terbatas. Cinta lahir dari seorang hamba kepada Rasulullah SAW, kemudian menjadi inspirasi bagi umat manusia untuk mencintai lebih dalam.

Burdah adalah pengingat bahwa cinta sejati tidak hanya ada di dunia, tetapi juga menjadi bekal akan kita bawa menuju kehidupan abadi.

Maka, ketika Anda mendengar Burdah, biarkan bait-baitnya meresap ke dalam hati Anda. Rasakan getaran cinta sama seperti dirasakan Imam Al-Busiri saat menuliskannya.

Dan pada saat itu, mungkin Anda akan memahami bahwa syair ini bukan hanya tentang pujian, tetapi juga tentang perjalanan spiritual abadi.

Syair Burdah adalah karya sastra Islam yang ditulis Imam Al-Busiri, seorang penyair besar di era Dinasti Mamluk pada abad ke-13. Syair ini berisi pujian dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan isi yang sangat mendalam, indah, dan penuh makna spiritual. Berikut adalah bagian-bagian penting dari syair Burdah:

 1. Bab Pembuka (Tentang Cinta dan Kerinduan)
Syair ini dimulai dengan gambaran cinta dan kerinduan mendalam kepada Rasulullah SAW. Penyair mengungkapkan kelemahannya dalam menghadapi hawa nafsu dan betapa hatinya selalu merindukan Nabi.

"Amin tadhakkuri jiranin bi dhi Salam,
Mazajta dam’an jara min muqlatin bi dami."
(Adakah engkau mengingat kekasih di lembah Dhi Salam,
Maka bercucuranlah air matamu bercampur darah kerinduan.)

2. Bab Tentang Nafsu

Imam Al-Busiri menulis tentang perjuangan melawan hawa nafsu dan bagaimana nafsu sering kali membawa manusia kepada kehancuran jika tidak dikendalikan.

"Fa inna nafsa ka tifli in tuhmil-hu shabba 'ala
Hubbir-radha'i wa in tafthim-hu yanfathimi."
(Sesungguhnya jiwa itu seperti anak kecil,
Jika engkau biarkan, ia akan terus menyusu, tetapi jika engkau menyapihnya, ia akan berhenti.)

 3. Bab Tentang Pujian kepada Nabi Muhammad SAW

Bagian ini adalah inti dari syair *Burdah*, yaitu pujian kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

"Maulaya shalli wa sallim da’iman abada,
'Ala habibika khayril khalqi kullihimi."
(Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat dan salam selama-lamanya,
Kepada kekasih-Mu, sebaik-baik ciptaan di antara seluruh makhluk.)

4. Bab Tentang Mukjizat Nabi

Syair ini juga menggambarkan mukjizat-mukjizat Rasulullah, seperti membelah bulan, air yang keluar dari jemari beliau, dan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB