"Zanatul-mursaliina fi huliyyin mufakh-kharatin,
Jaa'at qatawqa tajan min jawhari nadhami."
(Engkau adalah mahkota para rasul dalam perhiasan kebesaran,
Yang datang dengan kalung dan mahkota dari permata firman.)
5. Bab Tentang Isra’ dan Mi’raj
Imam Al-Busiri juga memuji peristiwa besar Isra’ dan Mi’raj, ketika Nabi Muhammad SAW diangkat ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT.
"Lam tarmiq al-aynu minna qata 'aynan
Ra'atil-wujud fa taghnatin bihi wa-taghni."
(Tidak ada mata yang pernah menyaksikan keindahan seperti ini,
Kecuali yang memandang wujudnya, maka ia merasa cukup dan puas.)
6. Bab Tentang Syafaat Nabi
Bagian ini menekankan pentingnya syafaat Nabi Muhammad SAW di Hari Kiamat, ketika umat manusia membutuhkan pertolongan untuk masuk ke surga.
"Yaa akramal khalqi ma li man aloodu bihi,
Siwaaka 'inda huloolil haadithil 'amimi."
(Wahai makhluk termulia, tiada siapa yang aku harapkan perlindungannya,
Selain engkau ketika musibah besar menimpa umat manusia.)
Syair ini diakhiri dengan doa yang tulus agar mendapatkan keberkahan, rahmat, dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Muslim, melantunkan syair *Burdah* sering menjadi bagian dari ritual keagamaan, perayaan maulid Nabi, dan momen-momen spiritual lainnya.
Jika Anda ingin membaca atau mendengar versi lengkapnya, syair ini sering dinyanyikan dalam berbagai nada yang melodius dan penuh perasaan di seluruh dunia Islam.
Artikel Terkait
Kisah Mush’ab bin Umair: Pelopor Dakwah yang Tak Kenal Lelah di Tengah Penolakan
Menggali Inspirasi dari Sosok Bilal bin Rabah: Perjuangan Seorang Muazzin dengan Keteguhan Iman di Tengah Penyiksaan
Mengenal Buya Hamka: Kisah Seorang Sastrawan yang Mengubah Wajah Islam di Indonesia
Kisah di Balik Tirai Pesantren: Perjuangan Santri dalam Menyemai Ilmu hingga Berkontribusi untuk Bangsa