ibrah

Ketika KH Said Aqiel Siradj Membuka Tabir Syair Burdah yang Menyentuh Hati, Memang Mengagumkan

Jumat, 17 Januari 2025 | 07:00 WIB
Mustasyar PBNU, KH Said Aqiel Siradj.

IFA,id - Mustasyar PBNU, KH Said Aqiel Siradj, mengungkap tabir syair Burdah menyentuh hati. Videonya juga menyebar cepat di Instagram. Postinganya mendapat repons belasan ribu like dan ratusan komentar seperti terlihat IFA.id pada Jumat, 17 Januari 2024.

Di video itu, KH Said Aqiel Siradj menguraikan makna mendalam dari syair Burdah tersebut dan alasan mengapa ia begitu mempengaruhi perasaan pendengarnya.

Dalam sejarah Islam, syair Burdah karya Imam Al-Busiri menjadi warisan sastra tak lekang waktu. Ditulis pada abad ke-13 era Dinasti Mamluk, syair ini adalah puisi penuh cinta, rindu, dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya menjadi karya sastra, Burdah telah menjelma menjadi untaian doa dan zikir menyentuh hati jutaan umat Muslim di seluruh dunia.

Kisah di balik lahirnya Burdah bermula dari kondisi Imam Al-Busiri sedang diuji dengan penyakit parah. Dalam rasa sakit begitu mendalam, ia melantunkan syair pujian kepada Rasulullah SAW dengan hati penuh harap. Hingga suatu malam, ia bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

Dalam mimpi itu, Rasulullah SAW menyelimuti tubuh Al-Busiri dengan jubah (burdah) sebagai tanda penerimaan dan keberkahan. Ketika terbangun, Imam Al-Busiri menemukan dirinya telah sembuh total. Dari sinilah syair ini mendapat nama Burdah—selimut keberkahan menjadi simbol cinta Ilahi.

Syair ini terdiri dari 10 bab dengan total 160 bait, setiap baitnya sarat makna mendalam. Dimulai dengan pengakuan kelemahan manusia terhadap hawa nafsu, Burdah membawa pendengarnya dalam perjalanan spiritual menuju cinta sejati.

Di setiap bait, terdapat keindahan metafora menggambarkan kerinduan kepada Nabi, perjuangan melawan nafsu, dan kemuliaan Rasulullah sebagai pembawa risalah terakhir.

Namun, keajaiban Burdah tak hanya terletak pada kisah di baliknya, tetapi juga pada dampaknya. Syair ini sering dibacakan dalam berbagai acara keagamaan, dari maulid Nabi hingga upacara pernikahan.

Nada digunakan untuk melantunkan Burdah mampu menyentuh hati, bahkan bagi mereka mungkin tidak memahami bahasa Arab. Keindahan melodi dan irama Burdah menjadikannya sebagai salah satu karya sastra melampaui batas bahasa dan budaya.

Apa membuat Burdah begitu istimewa? Ia mengajarkan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui rasa mendalam.

Ketika kita melantunkan syair ini, kita seakan-akan memanggil Nabi dengan kerinduan membara, memohon syafaatnya di hari akhir. Setiap baitnya menjadi pengingat bahwa cinta kepada Nabi adalah salah satu jalan menuju cinta kepada Allah SWT.

Di tengah kehidupan modern sering kali penuh kesibukan dan kebisingan, Burdah hadir sebagai pelipur lara dan pengingat akan hakikat hidup sesungguhnya.

Ketika hati dirundung kesedihan, melantunkan Burdah adalah salah satu cara untuk merasakan kedamaian. Ketika kita merasa jauh dari Sang Pencipta, syair ini mengajarkan kita untuk mendekatkan diri melalui shalawat dan pujian kepada kekasih-Nya.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB