4. Menyertakan Ungkapan Maaf sebelum Meninggalkan Tempat
Sebelum berangkat, seseorang disunnahkan meminta maaf kepada keluarga, tetangga, dan orang terdekat. Dalam banyak hikmah safar, ulama menjelaskan bahwa meminta maaf menjadi cara membersihkan hati dari potensi keburukan yang terbawa dalam perjalanan.
IFA.id mencatat, di masyarakat Indonesia, kebiasaan meminta maaf ini sudah sangat mengakar. Walimatu safar menjadi momen yang tepat untuk melakukannya. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa safar yang dimulai dengan hati bersih cenderung lebih tenang.
5. Membaca Doa Safar sesuai Sunnah
Doa safar yang diajarkan Nabi bukan sekadar bacaan wajib, melainkan bentuk pengakuan akan kebesaran Allah. Isi doa ini menegaskan bahwa manusia tidak memiliki daya apa pun kecuali dengan pertolongan-Nya. Membaca doa sebelum naik kendaraan adalah adab utama.
IFA.id menemukan bahwa banyak yang mengadakan walimatu safar, tetapi lupa membaca doa ini secara tepat. Padahal bacaan tersebut adalah inti penguatan spiritual sebelum perjalanan dimulai.
Baca Juga: Kesehatan Mental Santri & Muslim Muda: Tantangan Baru Zaman Ini
6. Tidak Mengundang Secara Berlebihan
Syariat mengajarkan keseimbangan. Mengundang terlalu banyak orang untuk walimatu safar bisa masuk kategori membebani. Ulama menegaskan bahwa undangan cukup untuk keluarga dekat, tetangga inti, atau sahabat yang memang ingin memberikan restu dan doa.
Apa pun yang berlebihan cenderung mendatangkan mudarat. Semakin sederhana walimatu safar, semakin terjaga nilai ketulusannya.
Mengembalikan Makna Walimatu Safar di Zaman Modern
Perubahan gaya hidup membuat banyak orang mulai menganggap walimatu safar sebagai acara yang tidak wajib atau bahkan tidak relevan. Padahal jika memahami esensinya, acara ini justru sangat manusiawi.
Ia mengajarkan bahwa keberangkatan memerlukan restu, dan doa dari orang terdekat memiliki nilai yang tidak bisa diganti dengan pesan singkat.
Baca Juga: Mengapa Haji Jadi Puncak Penyucian Diri?
Artikel Terkait
Keutamaan Haji dalam Menyatukan Umat
Dampak Spiritual Haji yang Jarang Dibahas