Kamis, 4 Juni 2026

Rahasia Makanan Halal yang Sering Terlewat

- Rabu, 19 November 2025 | 11:47 WIB
Ilustrasi perjalanan seseorang memahami kehalalan makanan modern, divisualisasikan dalam nuansa fantasi ala IFA.id. (Foto/Ilustrasi)
Ilustrasi perjalanan seseorang memahami kehalalan makanan modern, divisualisasikan dalam nuansa fantasi ala IFA.id. (Foto/Ilustrasi)

Di sisi lain, muncul anggapan bahwa selama makanan tidak mengandung babi atau alkohol maka otomatis halal. Padahal konsep halal jauh lebih luas.

Baca Juga: Menapak Jejak Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik: Awal Dakwah di Nusantara

Proses penyembelihan, alat yang digunakan, kebersihan tempat produksi hingga risiko kontaminasi silang adalah bagian penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ketika sebuah restoran, misalnya, menggunakan satu dapur untuk mengolah daging halal dan non-halal, risiko tercampurnya bahan menjadi sangat tinggi.

IFA.id juga mencatat bahwa semakin banyak makanan viral di media sosial justru mengaburkan fokus masyarakat dalam urusan kehalalan. Tren makanan yang cepat naik sering kali membuat orang lebih tertarik pada rasa, tampilan, atau hype tertentu,

sementara kehalalan justru berada di urutan belakang. Bahkan ada yang berpendapat bahwa selama tokonya ramai, pasti aman. Tentu saja ini bukan cara pandang yang bijak.

Baca Juga: Pesona Masjid Raya Baiturrahman Aceh: Simbol Ketangguhan dan Iman

Untuk memahami rahasia kehalalan, perlu melihat pada tiga aspek penting: bahan, proses, dan sumber informasi.

Pertama, bahan makanan. Banyak orang mungkin tidak menyangka bahwa flavor enhancers atau penguat rasa yang digunakan dalam hampir semua produk olahan bisa berasal dari ekstraksi tulang atau jaringan hewani yang tidak jelas asalnya.

Contoh lain, marshmallow atau jelly yang terlihat polos tetapi memiliki gelatin sebagai struktur utamanya. Bahkan cokelat impor tertentu menggunakan emulsifier yang berasal dari lemak hewani.

Kedua, proses produksi. IFA.id mencatat bahwa lembaga halal biasanya meneliti proses ini melalui audit menyeluruh. Bukan hanya melihat bahan mentah, tetapi juga memeriksa mesin, pelumas alat, hingga kebersihan saat pergantian produksi.

Baca Juga: Menyusuri Makam Sunan Kalijaga: Wisata Religi Paling Dicari di Jawa

Produk halal harus diproses dalam lingkungan yang tidak terkontaminasi bahan non-halal. Dalam industri besar, hal ini sangat mungkin terjadi bila fasilitas tidak dipisahkan.

Ketiga, sumber referensi. Dalam era digital, informasi mengenai halal sering datang dari media sosial yang belum tentu memiliki standar verifikasi. Padahal informasi halal yang kredibel seharusnya bersumber dari lembaga resmi seperti MUI atau badan halal negara lain.

Ketika informasi salah tersebar, orang bisa dengan mudah membuat asumsi tanpa dasar kuat. Karena itu, IFA.id selalu menyarankan untuk memeriksa sertifikat, mengecek database resmi, atau membaca laporan inspeksi dari lembaga halal internasional jika produk berasal dari luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X