Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Ujian Datang, Masihkah Kita Mampu Bersyukur?

- Sabtu, 8 November 2025 | 17:25 WIB
Ketika pintu 'Ujian' terbuka lebar, mari pastikan hati kita tetap mengucap 'Alhamdulillah'. (Foto/Ilustrasi)
Ketika pintu 'Ujian' terbuka lebar, mari pastikan hati kita tetap mengucap 'Alhamdulillah'. (Foto/Ilustrasi)

Syukur tidak selalu berarti tersenyum dalam duka, tetapi menyadari bahwa bahkan duka pun adalah bentuk perhatian Allah. Seorang ulama berkata, “Jangan lihat seberapa besar ujianmu, tapi lihat seberapa besar Allah yang menolongmu.”

Ketika kita menggenggam prinsip ini, hidup menjadi lebih ringan. Ujian tak lagi dilihat sebagai beban, melainkan undangan untuk mendekat kepada-Nya.

Baca Juga: Syukur Tak Selalu Tentang Banyaknya Nikmat, Tapi Tentang Hati yang Menerima

Tanda Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari

Bersyukur tidak selalu harus diucapkan. Ia bisa diwujudkan dalam tindakan:

  • Menjaga lisan dari keluhan. Karena setiap keluhan adalah tanda lupa terhadap nikmat yang masih ada.

  • Menggunakan nikmat di jalan yang benar. Misalnya, jika diberi rezeki, gunakan sebagian untuk sedekah.

  • Menerima takdir dengan lapang dada. Karena ridha terhadap ketetapan Allah adalah bentuk tertinggi dari syukur.

Dalam pandangan para sufi, syukur bukan sekadar rasa terima kasih, melainkan pengakuan bahwa semua yang dimiliki bukan berasal dari diri sendiri.

Saat seseorang berkata dalam hatinya, “Aku tidak pantas atas semua ini, tapi Allah masih memberiku,” maka ia telah mencapai puncak syukur yang hakiki.

Baca Juga: Ketika Hati Lelah, Syukur Menjadi Obatnya

Syukur Menghapus Gelisah

Ketika hati penuh syukur, pikiran menjadi lebih tenang. Kita tak lagi membandingkan hidup dengan orang lain, karena sadar setiap orang berjalan di jalur ujian yang berbeda.

Syukur mengajarkan kita untuk melihat ke bawah, bukan ke atas. Rasulullah SAW bersabda,

“Lihatlah orang yang berada di bawahmu, dan janganlah kamu melihat orang yang di atasmu; karena yang demikian itu lebih patut agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Muslim)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X