IFA.id — Siapa sangka, tradisi Islam berusia ribuan tahun seperti aqiqah kini beradaptasi dengan kecanggihan zaman digital.
Dari pemesanan hewan, doa bersama keluarga via video call, hingga laporan penyembelihan dalam bentuk video HD, semua bisa dilakukan dari layar ponsel. Fenomena ini menandai era baru, di mana ibadah tradisional tak kehilangan makna meski kemasannya berubah.
Pernah ada masa, aqiqah identik dengan kumpul keluarga besar di rumah, aroma sate kambing tercium dari halaman, dan anak-anak kecil berlarian menunggu bingkisan nasi.
Kini, suasana itu mungkin digantikan dengan notification dari aplikasi: “Aqiqah si kecil telah selesai, berikut dokumentasi video-nya.” Praktis, cepat, tapi apakah tetap bermakna?
Baca Juga: Panduan Aqiqah Modern: Antara Tradisi, Kemudahan, dan Bisnis Jasa Aqiqah
Aqiqah: Antara Ritual dan Edukasi Spiritual
Aqiqah bukan sekadar penyembelihan kambing untuk bayi yang baru lahir. Dalam Islam, aqiqah adalah bentuk syukur atas anugerah kehidupan, sekaligus simbol pengorbanan dan tanggung jawab orang tua. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia modern, makna spiritual aqiqah kerap tenggelam di balik aspek praktis. Banyak orang tua muda yang sibuk bekerja, menyerahkan seluruh proses kepada jasa aqiqah tanpa sempat menyentuh sisi ibadahnya secara mendalam.
Di sinilah pentingnya edukasi digital tentang aqiqah, agar generasi Muslim tak hanya tahu “cara”, tapi juga “makna”.
Baca Juga: Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Dua Ibadah, Satu Spirit Pengorbanan
Tren Aqiqah Digital: Dari Website ke Aplikasi
IFA.id mencatat, sejak 2020, pencarian kata kunci “jasa aqiqah online” meningkat signifikan di Google Trends Indonesia.
Pandemi COVID-19 mempercepat peralihan ini. Banyak keluarga yang tidak bisa berkumpul, akhirnya memilih layanan aqiqah digital yang menyediakan seluruh proses: mulai dari pemesanan kambing, penyembelihan sesuai syariat, hingga distribusi makanan ke panti asuhan.
Kini, platform aqiqah digital tak hanya sekadar menjual jasa, tapi juga menyediakan fitur edukatif. Beberapa aplikasi menawarkan konten dakwah ringan seperti:
Artikel Terkait
Menegakkan Ekonomi Berkah: Saat Generasi Muda Mulai Bangkit Melawan Riba
Riba Bukan Sekadar Uang: Ketika Nafsu dan Ketamakan Jadi Akar Segala Ketidakadilan