Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Semua Pergi, Allah Tetap di Sini

- Rabu, 5 November 2025 | 12:38 WIB
Kadang Allah membiarkanmu kehilangan semua, agar kau sadar: Dialah satu-satunya yang tak pernah pergi. (Foto/Ilustrasi)
Kadang Allah membiarkanmu kehilangan semua, agar kau sadar: Dialah satu-satunya yang tak pernah pergi. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Dunia memiliki cara yang aneh untuk menguji hati manusia. Ia kadang menampilkan keindahan lalu tiba-tiba menjauh, meninggalkan kita dalam ruang sepi yang dingin.

Dalam perjalanan hidup, kita akan menjumpai banyak orang beberapa datang membawa cahaya, beberapa hanya singgah sebentar untuk kemudian pergi tanpa pamit.

Saat itulah hati mulai terasa kosong. Namun, di antara sunyi dan kehilangan itu, ada satu hal yang tidak berubah: Allah tetap di sini.

Manusia sering kali menaruh harapan kepada sesama manusia. Kita berharap mereka memahami kita, menemani kita, dan tidak akan pernah meninggalkan.

Baca Juga: Air Mata yang Didengar Langit: Doa di Tengah Luka Dunia

Tapi harapan itu terlalu rapuh jika sandarannya bukan Allah. Sebab manusia, sebaik apa pun, tetaplah makhluk dengan keterbatasan.

Ada masa di mana mereka sibuk dengan dunianya sendiri, atau mungkin lelah memahami kita. Di titik itulah kecewa sering lahir bukan karena orang lain jahat, tetapi karena kita menggantungkan rasa aman pada yang fana.

Namun, justru dari rasa kecewa itulah Allah mengajari sesuatu yang lembut tapi dalam: bahwa ketenangan sejati tidak pernah datang dari manusia, melainkan dari Dia yang menciptakan hati.

Ketika semua pergi, sebenarnya Allah sedang menyingkirkan segala penghalang yang membuat kita lupa pada-Nya.

Baca Juga: Pelukan Tak Terlihat: Saat Dunia Menjauh, Allah Justru Mendekat

Ia tidak sedang menghukum, tapi sedang mengundang kita untuk pulang. Seolah Allah berbisik di antara tangis, “Aku di sini, hamba-Ku. Mengapa kau mencari pelukan selain dari-Ku?”

1. Dunia yang Pergi, Tapi Allah yang Menunggu

Ada masa ketika hidup terasa berat—pertemanan renggang, keluarga tidak memahami, pekerjaan penuh tekanan, dan hati tak tahu harus ke mana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X