Baca Juga: Guru, Sosok yang Dimuliakan Langit: Keteladanan Rasulullah dalam Mengajar Umat
Dengan memelihara kucing, seseorang sedang belajar mencintai tanpa pamrih. Ia memberi makan tanpa berharap balasan. Ia membersihkan tanpa mengeluh. Dan di situlah, pahala tersembunyi tumbuh perlahan, sebagaimana benih kebaikan yang kelak berbuah di akhirat.
Pandangan Ulama tentang Memelihara Kucing
Menurut Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, hukum memelihara kucing adalah mubah (diperbolehkan), bahkan bisa menjadi ibadah jika diniatkan sebagai bentuk kasih sayang kepada makhluk Allah.
Ulama mazhab Syafi’i dan Hanafi juga sepakat bahwa kucing adalah hewan suci dan boleh hidup bersama manusia di rumah.
Namun, Islam menekankan tanggung jawab moral. Memelihara berarti merawat, memberi makan, menjaga kebersihan, dan tidak menelantarkan. Jika kucing sakit lalu dibiarkan, atau dianiaya, maka hal itu menjadi dosa.
Baca Juga: Tanpa Guru, Ilmu Tak Akan Berarti: Pesan Islam Tentang Adab Menuntut Ilmu
IFA.id menegaskan, memelihara kucing dalam Islam bukan hanya hak, tetapi amanah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am ayat 38: “Dan tidak ada seekor binatang pun di bumi dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.”
Ayat ini mengingatkan bahwa semua makhluk adalah bagian dari ciptaan Allah yang punya hak untuk hidup dengan layak.
Kucing sebagai Sumber Keberkahan di Rumah
Banyak keluarga yang bersaksi bahwa rumah terasa lebih damai sejak ada kucing di dalamnya. Suara lembut dengkuran kucing kadang lebih menenangkan dari musik.
IFA.id mencatat beberapa pandangan ulama yang menilai bahwa kucing membawa keberkahan, karena kehadirannya menumbuhkan rasa kasih, mengusir kesepian, dan menjaga kebersihan dari tikus atau hama.
Baca Juga: Guru: Cahaya Ilmu dan Penuntun Jalan Hidayah dalam Islam
Dalam perspektif psikologi Islam, interaksi dengan hewan seperti kucing membantu menurunkan stres, menenangkan pikiran, dan memperkuat rasa empati. Semua itu selaras dengan prinsip Islam: rahmatan lil ‘alamin kasih sayang untuk seluruh alam.
Kisah Nyata: Kucing Penyelamat dari Kesedihan
Artikel Terkait
Pesantren Modern vs Salaf: Apakah Syarat Masuknya Berbeda?
Ujian Masuk Pesantren: 7 Tips Lolos Tes Seleksi Santri Baru
Anak Ingin Masuk Pesantren? Ini 5 Syarat Non-Akademik yang Sering Dilupakan
Pesantren Putra dan Putri: Apakah Syaratnya Sama?