اللَّهُمَّ احْفَظْ قَلْبِي مِنَ الْهَوَى، وَنَوِّرْهُ بِنُورِ الْهُدَى، وَاجْعَلْ حُبِّي فِيكَ وَلِمَنْ يُحِبُّكَ
Allāhumma ḥfaẓ qalbī mina al-hawā, wa nawwirhu binūril hudā, waj‘al ḥubbī fīka wa liman yuḥibbuka.
Artinya:
Ya Allah, lindungilah hatiku dari cinta yang menyesatkan. Terangilah dengan cahaya petunjuk-Mu. Jadikan cintaku hanya untuk-Mu dan bagi mereka yang mencintai-Mu.
Baca Juga: Lapar yang Menyembuhkan: Rahasia Ketenangan dari Puasa Sunnah
Doa ini sering diajarkan di majelis pesantren untuk menjaga hati santri tetap bersih dari godaan cinta yang belum waktunya.
Larangan pacaran di pesantren bukan upaya mematikan perasaan, tapi membentuk karakter.
Pesantren mengajarkan bahwa cinta sejati tidak diukur dari seberapa banyak kata-kata manis, tapi seberapa kuat mampu menahan diri.
Ketika hati bersih, cinta menjadi ibadah.
Dan ketika cinta menjadi ibadah, ia tak lagi melukai, tapi menyembuhkan.
Artikel Terkait
Menyerah dengan Indah: Belajar Reda Lewat Sholat Istikharah
Saat Hati Tak Bisa Memilih: Istikharah Sebagai Jalan Menemukan Ketenangan
Allah yang Menentukan, Bukan Perasaan: Meluruskan Makna Istikharah