IFA.id mencatat, doa ini bukan sekadar permohonan rezeki materi.
Ia adalah simbol kesadaran bahwa semua yang dicari manusia — ketenangan, keberkahan, kebahagiaan bermula dari hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Berdasarkan keterangan para ulama dan hadis shahih:
-
Awal waktu dhuha: Setelah matahari terbit setinggi tombak (sekitar pukul 07.00).
-
Akhir waktu dhuha: Sebelum matahari tergelincir (sekitar pukul 10.30–11.00).
-
Waktu terbaik: Saat matahari mulai meninggi dan panas terasa lembut (sekitar pukul 08.00–09.00).
Jumlah rakaatnya bisa 2, 4, 6, 8, bahkan 12 rakaat, sesuai kemampuan dan keikhlasan.
Yang penting bukan jumlahnya, melainkan ketulusan dan konsistensinya.
Baca Juga: Ketika Memberi Tak Pernah Membuat Rugi: Pelajaran dari Islam
Dalam riset yang diterbitkan oleh Frontiers in Psychology (2021), aktivitas meditasi pagi yang dilakukan 10–15 menit mampu meningkatkan fokus kerja hingga 40% dan menurunkan stres.
Gerakan sholat dhuha sejatinya lebih kompleks dari meditasi — ada peregangan otot, bacaan zikir, dan refleksi batin.
IFA.id menyimpulkan:
Sholat dhuha adalah “mind gym” terbaik. Ia melatih pikiran agar tetap bersih, hati agar tidak tergesa, dan tubuh agar lebih segar sebelum memulai aktivitas.
Baca Juga: Rahasia Hidup Tenang: Keajaiban Berbagi
Sholat dhuha bukan hanya ibadah sunnah, tapi juga terapi spiritual paling alami.
Rasulullah ﷺ menganjurkannya karena mengandung harmoni antara fisik, psikis, dan spiritual.
Ilmu modern membuktikan manfaatnya nyata: dari menjaga kesehatan, menenangkan pikiran, hingga memperluas rezeki.
IFA.id menegaskan, mungkin inilah alasan Nabi ﷺ tak pernah meninggalkan dhuha sebab di setiap sujudnya, ada energi yang menyalakan kembali semangat hidup manusia.
Artikel Terkait
Jam Terbaik Sholat Dhuha Agar Doa Cepat Dikabulkan
Keutamaan Sholat Dhuha: Dari Energi Positif hingga Ketenangan Batin