Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa Nabi Sangat Menganjurkan Sholat Dhuha? Ini Penjelasan Ilmiahnya

- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:24 WIB
Seorang muslim berdoa dengan khusyuk di bawah sinar matahari lembut waktu dhuha, menggambarkan ketenangan dan energi spiritual yang dianjurkan Nabi. (Foto/Ilustrasi)
Seorang muslim berdoa dengan khusyuk di bawah sinar matahari lembut waktu dhuha, menggambarkan ketenangan dan energi spiritual yang dianjurkan Nabi. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id mencatat, doa ini bukan sekadar permohonan rezeki materi.
Ia adalah simbol kesadaran bahwa semua yang dicari manusia — ketenangan, keberkahan, kebahagiaan bermula dari hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Berdasarkan keterangan para ulama dan hadis shahih:

  • Awal waktu dhuha: Setelah matahari terbit setinggi tombak (sekitar pukul 07.00).

  • Akhir waktu dhuha: Sebelum matahari tergelincir (sekitar pukul 10.30–11.00).

  • Waktu terbaik: Saat matahari mulai meninggi dan panas terasa lembut (sekitar pukul 08.00–09.00).

Jumlah rakaatnya bisa 2, 4, 6, 8, bahkan 12 rakaat, sesuai kemampuan dan keikhlasan.
Yang penting bukan jumlahnya, melainkan ketulusan dan konsistensinya.

Baca Juga: Ketika Memberi Tak Pernah Membuat Rugi: Pelajaran dari Islam

Dalam riset yang diterbitkan oleh Frontiers in Psychology (2021), aktivitas meditasi pagi yang dilakukan 10–15 menit mampu meningkatkan fokus kerja hingga 40% dan menurunkan stres.

Gerakan sholat dhuha sejatinya lebih kompleks dari meditasi — ada peregangan otot, bacaan zikir, dan refleksi batin.

IFA.id menyimpulkan:
Sholat dhuha adalah “mind gym” terbaik. Ia melatih pikiran agar tetap bersih, hati agar tidak tergesa, dan tubuh agar lebih segar sebelum memulai aktivitas.

Baca Juga: Rahasia Hidup Tenang: Keajaiban Berbagi

Sholat dhuha bukan hanya ibadah sunnah, tapi juga terapi spiritual paling alami.
Rasulullah ﷺ menganjurkannya karena mengandung harmoni antara fisik, psikis, dan spiritual.

Ilmu modern membuktikan manfaatnya nyata: dari menjaga kesehatan, menenangkan pikiran, hingga memperluas rezeki.

IFA.id menegaskan, mungkin inilah alasan Nabi ﷺ tak pernah meninggalkan dhuha sebab di setiap sujudnya, ada energi yang menyalakan kembali semangat hidup manusia.

 Baca Juga: Rahasia Hidup Tenang: Keajaiban Berbagi dalam Islam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X