بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَضَعُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Bismikallahumma wada’tu janbi wabika arfa’uhu, fa in amsakta nafsi faghfir lahaa, wa in arsaltahaa fahfazhaa bimaa tahfazhu bihi ‘ibaadakas-saalihiin.
Artinya:
“Dengan nama-Mu ya Allah aku letakkan tubuhku, dan dengan nama-Mu aku angkat kembali. Jika Engkau menahan jiwaku (mewafatkannya), ampunilah dia. Jika Engkau melepaskannya, jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Baca Juga: Kisah Haru Distribusi Daging Kurban di Pelosok Negeri
Tidur yang Bernilai Ibadah
IFA.id menekankan bahwa doa setelah sholat Isya mengubah tidur biasa menjadi ibadah. Bayangkan, hanya dengan satu doa singkat, seseorang bisa mendapatkan pahala, perlindungan, dan ketenangan batin.
Di dalam hadis, Rasulullah SAW menyebut bahwa tidur seorang muslim yang diawali dengan doa akan dijaga oleh malaikat sepanjang malam. Bahkan ketika seseorang meninggal dalam tidurnya setelah berdoa, ia wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Hikmah Doa Malam
Doa setelah sholat Isya juga mengajarkan tiga hal penting:
-
Keterhubungan dengan Allah – doa membuat tidur terasa seperti bersandar di pangkuan kasih sayang-Nya.
-
Kesadaran akan kefanaan hidup – doa mengingatkan bahwa tidur adalah miniatur kematian.
-
Optimisme menyambut hari baru – doa melatih hati untuk bersyukur jika esok masih diberi kesempatan hidup.
Baca Juga: Kurban Digital 2025: Tren Baru Anak Muda Berbagi
Kisah Inspiratif
Di sebuah pesantren kecil, seorang santri bernama Hasan punya kebiasaan unik. Setiap malam setelah sholat Isya, ia membaca doa lalu menutup mata dengan tenang. Ketika ditanya, ia menjawab,
“Saya ingin tidur saya dijaga malaikat. Kalau esok saya bangun, berarti Allah masih memberi kesempatan. Kalau tidak, berarti saya pulang dengan doa.”
Kisah Hasan menjadi pelajaran, bahwa doa sebelum tidur bukanlah ritual kecil, melainkan pengingat betapa hidup ini penuh misteri yang hanya Allah kuasai.
Doa, Malaikat, dan Ketenangan Malam
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Allah senantiasa menjaganya dan tidak akan mendekatinya setan hingga pagi.” (HR. Bukhari).
Baca Juga: Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah Indonesia
Itu artinya, doa dan bacaan Al-Qur’an sebelum tidur bukan sekadar ritual, tapi benteng spiritual. Malaikat ditugaskan menjaga, dan hati dilapisi ketenangan.
Artikel Terkait
Syukur Nikmat dalam Doa: Cara Hidup Tanpa Kekurangan
Doa Syukur Nikmat yang Membuat Hidup Lebih Tenang
Doa Syukur Nikmat Singkat yang Penuh Makna
Suasana Idul Adha 2025: Semarak Kurban di Nusantara