IFA.id – Laut Aceh selalu menjadi sahabat sekaligus tantangan bagi para nelayan. Dari sanalah rezeki mereka datang, namun juga bahaya yang tak terduga. Kisah inspiratif kali ini datang dari Pak Umar, seorang nelayan asal Lhokseumawe, yang pernah terjebak badai ganas di tengah laut.
Kisahnya menggetarkan hati banyak orang, karena ia meyakini bahwa yang menyelamatkannya bukan keahliannya mengendalikan kapal, melainkan dzikir dan doa yang tak henti ia panjatkan.
Pagi itu, Pak Umar berangkat melaut seperti biasa. Udara cerah, angin berhembus pelan. Bersama tiga rekannya, ia mengarungi laut dengan kapal kayu sederhana. Mereka berharap mendapatkan tangkapan besar menjelang bulan Ramadan.
Namun menjelang sore, langit tiba-tiba berubah muram. Angin kencang datang, ombak meninggi, dan dalam hitungan menit badai mengguncang kapal mereka.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat untuk Mengikis Gelisah dan Resah
“Air laut seperti tembok, kapal kami terombang-ambing,” ujar Pak Umar saat ditemui IFA.id. Mesin kapal sempat mati, layar sobek, dan semua awak panik.
Di tengah teriakan dan ketakutan, Pak Umar memilih duduk bersila di dek kapal. Dengan suara bergetar, ia mulai berdzikir:
“La ilaha illallah, la ilaha illallah...”
Dzikir itu ia ulangi berkali-kali, diikuti doa lirih: “Ya Allah, selamatkan kami. Jika Engkau kehendaki, izinkan kami kembali pulang.”
Anehnya, meski badai belum reda, ketenangan menyelimuti dirinya. Rasa takut berganti dengan pasrah total. Rekan-rekannya pun mengikuti, ikut berdzikir dan berdoa bersama.
Baca Juga: Puasa Ramadan: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Tak lama kemudian, kapal mereka terbawa arus hingga masuk ke perairan yang lebih tenang, mendekati pantai. Warga desa yang melihat dari kejauhan segera menolong.
Mereka semua selamat, meski kapal mengalami kerusakan parah.
Pengalaman itu membuat Pak Umar semakin yakin akan kekuatan doa. “Saat manusia sudah tak punya daya, doa lah yang jadi pegangan. Laut itu luas, tapi Allah lebih luas dari semua masalah,” katanya.
Artikel Terkait
Konsep Istiqomah dalam Psikologi Perubahan Perilaku
Mengapa Pacaran Dilarang dalam Islam? Menyingkap Hikmah di Baliknya
Cinta dalam Islam: Jalan Halal Menuju Pernikahan Tanpa Pacaran
Dampak Negatif Pacaran Menurut Islam: Dari Hati, Akhlak, hingga Iman
Membangun Hubungan yang Diridhai Allah: Dari Persahabatan hingga Pernikahan