Kamis, 4 Juni 2026

Nelayan yang Selamat dari Ombak Besar Berkat Dzikir dan Doa

- Jumat, 26 September 2025 | 12:16 WIB
Nelayan yang Selamat dari Ombak Besar Berkat Dzikir dan Doa (Foto/ilustrasi)
Nelayan yang Selamat dari Ombak Besar Berkat Dzikir dan Doa (Foto/ilustrasi)

IFA.id – Laut Aceh selalu menjadi sahabat sekaligus tantangan bagi para nelayan. Dari sanalah rezeki mereka datang, namun juga bahaya yang tak terduga. Kisah inspiratif kali ini datang dari Pak Umar, seorang nelayan asal Lhokseumawe, yang pernah terjebak badai ganas di tengah laut.

Kisahnya menggetarkan hati banyak orang, karena ia meyakini bahwa yang menyelamatkannya bukan keahliannya mengendalikan kapal, melainkan dzikir dan doa yang tak henti ia panjatkan.

Pagi itu, Pak Umar berangkat melaut seperti biasa. Udara cerah, angin berhembus pelan. Bersama tiga rekannya, ia mengarungi laut dengan kapal kayu sederhana. Mereka berharap mendapatkan tangkapan besar menjelang bulan Ramadan.

Namun menjelang sore, langit tiba-tiba berubah muram. Angin kencang datang, ombak meninggi, dan dalam hitungan menit badai mengguncang kapal mereka.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat untuk Mengikis Gelisah dan Resah

“Air laut seperti tembok, kapal kami terombang-ambing,” ujar Pak Umar saat ditemui IFA.id. Mesin kapal sempat mati, layar sobek, dan semua awak panik.

Di tengah teriakan dan ketakutan, Pak Umar memilih duduk bersila di dek kapal. Dengan suara bergetar, ia mulai berdzikir:

“La ilaha illallah, la ilaha illallah...”

Dzikir itu ia ulangi berkali-kali, diikuti doa lirih: “Ya Allah, selamatkan kami. Jika Engkau kehendaki, izinkan kami kembali pulang.”

Anehnya, meski badai belum reda, ketenangan menyelimuti dirinya. Rasa takut berganti dengan pasrah total. Rekan-rekannya pun mengikuti, ikut berdzikir dan berdoa bersama.

Baca Juga: Puasa Ramadan: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Tak lama kemudian, kapal mereka terbawa arus hingga masuk ke perairan yang lebih tenang, mendekati pantai. Warga desa yang melihat dari kejauhan segera menolong.

Mereka semua selamat, meski kapal mengalami kerusakan parah.

Pengalaman itu membuat Pak Umar semakin yakin akan kekuatan doa. “Saat manusia sudah tak punya daya, doa lah yang jadi pegangan. Laut itu luas, tapi Allah lebih luas dari semua masalah,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X