Menutup dengan RefleksiBaca Juga: Pinjaman Halal dalam Islam, Bagaimana Caranya?
Kepemimpinan yang membangun ruang aman menuntut keberanian ganda: berani mengakui kesalahan, dan berani menerima perbaikan. Keduanya memerlukan kerendahan hati sekaligus kekuatan karakter.
Dalam opini saya, kepemimpinan seperti inilah yang paling dibutuhkan di era penuh ketidakpastian. Bukan kepemimpinan yang selalu ingin terlihat sempurna, melainkan kepemimpinan yang otentik, reflektif, dan inklusif. Karena hanya dengan ruang aman, inovasi tumbuh, dan hanya dengan keberanian untuk diperbaiki, peradaban bisa bergerak maju.Baca Juga: Alternatif Islami Selain Pacaran: Ta’aruf dan Istikharah dalam Mencari Jodoh
Artikel Terkait
Simbolik Kepemimpinan Seorang Organisatoris dalam Perspektif Psikologi dan Teori Kepemimpinan
Memimpin Bukan Mengontrol: Bedakan Antara Kepemimpinan dan Penindasan