IFA.id - Dalam kehidupan modern, banyak anak muda terjebak dalam budaya pacaran sebagai jalan untuk mengenal calon pasangan.
Padahal dalam Islam, pacaran sering kali mendekatkan pada perbuatan yang tidak diridhai Allah, karena membuka pintu kemaksiatan dan mendekati zina.
Sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan alternatif yang lebih terhormat, aman, dan penuh berkah dalam proses mencari jodoh, yaitu dengan jalan ta’aruf dan istikharah.
Kedua cara ini bukan hanya menjaga kesucian diri, melainkan juga menuntun hati agar tetap dalam kerangka syariat dan ridha Allah SWT.
Baca Juga: Dampak Negatif Pacaran Menurut Islam: Dari Hati, Akhlak, hingga Iman
Ta’aruf dalam Islam bukanlah sekadar berkenalan secara singkat, melainkan sebuah proses yang diatur dengan batasan syariat.
Tujuan ta’aruf adalah saling mengenal calon pasangan dalam lingkup yang benar, dengan melibatkan keluarga atau pihak ketiga yang dapat dipercaya sebagai perantara.
Dalam proses ini, percakapan atau pertemuan dilakukan secukupnya, sebatas untuk mengenal akhlak, visi hidup, dan keseriusan menuju pernikahan. Dengan begitu, hubungan terhindar dari godaan syahwat atau perbuatan sia-sia yang biasanya muncul dalam pacaran.
Selain itu, istikharah adalah bentuk doa dan permohonan petunjuk kepada Allah ketika seseorang berada dalam kebimbangan dalam memilih pasangan hidup.
Baca Juga: Pacaran Islami, Adakah? Menyikapi Fenomena Anak Muda Muslim
Rasulullah SAW mengajarkan shalat istikharah sebagai sarana untuk menyerahkan urusan penting kepada Allah, termasuk masalah jodoh.
Dengan istikharah, seorang muslim akan merasa lebih tenang karena keputusan yang diambil bukan hanya didasarkan pada logika dan perasaan semata, melainkan juga bimbingan dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi.
Proses ta’aruf dan istikharah saling melengkapi satu sama lain. Ta’aruf membuka ruang untuk mengenal, menilai, dan berdialog dengan calon pasangan dalam koridor syariat.
Sedangkan istikharah memberikan kekuatan spiritual untuk memastikan bahwa pilihan tersebut sesuai dengan kehendak Allah. Dengan kombinasi ini, seseorang dapat menjaga kesucian diri sekaligus mendapatkan ketenangan hati sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Artikel Terkait
Konsep Istiqomah dalam Psikologi Perubahan Perilaku
Cara Wudhu yang Sahih sesuai Sunnah Nabi Muhammad
Cara Startup Islami Membangun Ekosistem Bisnis Berkeadilan
Meneladani wudhu Rasulullah, membersihkan diri sekaligus hati
Masa Depan Startup Islami: Tren, Peluang, dan Tantangan