IFA.id -- Dalam ajaran Islam, riya’ merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Secara bahasa, riya’ berasal dari kata ra’a yang berarti memperlihatkan.
Sedangkan dalam istilah syariat, riya’ adalah melakukan suatu amal ibadah dengan tujuan ingin dipuji atau diperlihatkan kepada orang lain, bukan karena keikhlasan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna." (QS. Al-Ma’un: 4-7)
Ayat ini menunjukkan bahwa riya’ adalah perbuatan tercela yang dapat membatalkan amal ibadah seseorang dan menyebabkan murka Allah SWT.
Baca Juga: Apelicious: Dari Keripik Apel hingga 20 Varian Buah & Sayur, Kisah Sukses UMKM Malang
Bahaya Riya’ dalam Ibadah
Riya’ bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi juga bisa merusak nilai ibadah dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Berikut beberapa dampak buruk dari sifat riya’:
-
Amal Tidak Diterima oleh Allah
Ibadah yang dilakukan dengan niat selain untuk Allah tidak akan mendapatkan pahala. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman: "Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dengan menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan amalnya." (HR. Muslim) -
Menjadi Perbuatan Syirik Kecil
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya’." (HR. Ahmad)Riya’ disebut sebagai syirik kecil karena orang yang melakukannya menjadikan selain Allah sebagai tujuan utama ibadahnya.
-
Menghilangkan Keberkahan dalam Hidup
Orang yang suka pamer dalam ibadah akan kehilangan ketenangan hati. Ia selalu merasa ingin mendapat pengakuan dari manusia, sehingga hidupnya tidak akan dipenuhi keberkahan. -
Menjadi Sifat Orang Munafik
Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan orang munafik sebagai mereka yang beribadah dengan riya’ dan hanya mengharapkan pujian dari manusia, bukan ridha Allah: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (pamer) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa’: 142)
Baca Juga: 5 Ide Bisnis Modal Kecil yang Menguntungkan Saat Ramadan
Cara Menghindari Sifat Riya’
Agar amal ibadah diterima oleh Allah SWT, seorang Muslim harus berusaha menghindari riya’ dengan cara berikut:
-
Meluruskan Niat sebelum Beribadah
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)Oleh karena itu, sebelum beribadah, kita harus memastikan bahwa niat kita semata-mata karena Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.
-
Menyembunyikan Amal Kebaikan
Jika memungkinkan, lakukan amal ibadah secara tersembunyi agar terhindar dari godaan riya’. Sebagai contoh, jika ingin bersedekah, lebih baik melakukannya tanpa diketahui orang lain.
Artikel Terkait
Jangan Cuma Makan! Ini Cara Membuat Bukber Ramadan Lebih Seru, Bermakna, dan Berpahala
SilverQueen: Cokelat Lokal yang Mendunia
Dari Perikanan ke Kuliner: Ridwan Darussalam Sukses Besarkan Amor Cakes
5 Ide Bisnis Modal Kecil yang Menguntungkan Saat Ramadan
Apelicious: Dari Keripik Apel hingga 20 Varian Buah & Sayur, Kisah Sukses UMKM Malang