Jumat, 17 Juli 2026

Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman dan Menghindari Perpecahan Umat

Gilang Fajar, Ifa.id
- Selasa, 25 Februari 2025 | 13:00 WIB
Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman dan Menghindari Perpecahan Umat (Foto/YouTube)
Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman dan Menghindari Perpecahan Umat (Foto/YouTube)

Baca Juga: Makanan Halal yang Mengandung Omega-3 untuk Kesehatan Jantung

Proses Standarisasi Mushaf Al-Qur'an

Menyadari pentingnya persatuan dalam bacaan Al-Qur'an, Utsman bin Affan membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit, yang sebelumnya juga terlibat dalam pengumpulan mushaf di masa Abu Bakar.

Tim ini terdiri dari beberapa sahabat yang memiliki keahlian dalam hafalan dan tulisan Al-Qur'an, seperti Abdullah bin Zubair, Sa'id bin Al-As, dan Abdurrahman bin Harits.

Para penulis ini menggunakan mushaf yang telah dikumpulkan di zaman Abu Bakar sebagai acuan utama.

Mereka menulis ulang mushaf dengan menggunakan dialek Quraisy, karena dialek inilah yang digunakan oleh Nabi Muhammad dalam menerima wahyu.

Setelah selesai, beberapa salinan mushaf ini dikirim ke berbagai wilayah Islam, seperti Kufah, Basrah, Syam, dan Mesir, serta diperintahkan untuk menjadi rujukan utama dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an.

Selain itu, Utsman memerintahkan agar semua versi atau mushaf lain yang memiliki perbedaan dengan mushaf standar tersebut dimusnahkan untuk mencegah terjadinya perpecahan di antara kaum Muslimin.

Keputusan ini kemudian dikenal sebagai "Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman" atau "Rasm Utsmani."

Baca Juga: Amalan Sunnah yang Dianjurkan saat Berpuasa: Raih Keberkahan Ramadhan dengan Optimal

Dampak Kodifikasi Al-Qur'an

Kodifikasi Al-Qur'an yang dilakukan oleh Utsman bin Affan memiliki dampak yang sangat besar bagi umat Islam. Beberapa dampak utama dari kodifikasi ini antara lain:

1. Keseragaman Bacaan Al-Qur'an
    Dengan adanya mushaf standar, umat Islam memiliki satu referensi utama dalam                  membaca Al-Qur'an, sehingga menghindari perbedaan yang dapat menyebabkan                  perpecahan.

2. Terjaganya Kemurnian Al-Qur'an
    Langkah Utsman memastikan bahwa Al-Qur'an tetap dalam bentuk aslinya tanpa                  perubahan sedikit pun, sebagaimana yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad.

3. Penyebaran Al-Qur'an ke Berbagai Wilayah
    Dengan dikirimkannya mushaf standar ke berbagai wilayah Islam, Al-Qur'an dapat                diajarkan dan disebarkan dengan cara yang seragam dan autentik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X