Jumat, 17 Juli 2026

Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman dan Menghindari Perpecahan Umat

Gilang Fajar, Ifa.id
- Selasa, 25 Februari 2025 | 13:00 WIB
Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman dan Menghindari Perpecahan Umat (Foto/YouTube)
Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman dan Menghindari Perpecahan Umat (Foto/YouTube)

IFA.id -- Khalifah Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad dan khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin.

Kepemimpinannya yang berlangsung selama sekitar 12 tahun membawa banyak perubahan dan perkembangan bagi umat Islam, salah satunya adalah kodifikasi Al-Qur'an yang menjadi warisan monumental bagi umat Islam hingga saat ini.

Baca Juga: Makanan Halal yang Mengandung Vitamin C untuk Imunitas Tubuh

Latar Belakang Khalifah Utsman bin Affan

Utsman bin Affan lahir pada tahun 576 M dari Bani Umayyah, salah satu klan terkemuka dalam suku Quraisy di Mekah. Ia dikenal sebagai seorang pedagang sukses, dermawan, dan memiliki sifat yang lembut.

Sejak awal dakwah Islam, Utsman menjadi salah satu dari orang-orang pertama yang memeluk agama Islam dan berperan besar dalam mendukung perjuangan Nabi Muhammad.

Setelah wafatnya Umar bin Khattab, Utsman terpilih sebagai khalifah pada tahun 644 M melalui musyawarah yang dilakukan oleh dewan syura yang dibentuk oleh Umar sebelum wafatnya.

Dalam masa kepemimpinannya, Islam berkembang semakin luas hingga mencapai Afrika Utara dan Asia Tengah.

Kodifikasi Al-Qur'an di Masa Utsman bin Affan

Salah satu peristiwa paling bersejarah dalam kepemimpinan Utsman adalah kodifikasi atau standarisasi mushaf Al-Qur'an.

Sebelum masa Utsman, Al-Qur'an telah ditulis dan dikumpulkan sejak zaman Abu Bakar, tetapi belum memiliki versi standar yang seragam.

Ketika Islam menyebar ke berbagai wilayah, muncul perbedaan dalam cara membaca dan melafalkan Al-Qur'an sesuai dengan dialek lokal.

Hal ini menyebabkan kebingungan dan perselisihan di antara kaum Muslimin, terutama di daerah-daerah yang baru masuk Islam seperti Persia dan Afrika Utara.

Hudzaifah bin Yaman, seorang sahabat Nabi yang ikut dalam ekspedisi Islam, melaporkan kepada Khalifah Utsman tentang perbedaan cara membaca Al-Qur'an di berbagai daerah.

Ia menyarankan agar segera dibuat satu mushaf standar yang dapat dijadikan rujukan oleh seluruh umat Islam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X