Kamis, 4 Juni 2026

Peristiwa Ghadir Khum: Momen Bersejarah yang Memicu Perbedaan Sunni dan Syiah

Gilang Fajar, Ifa.id
- Senin, 24 Februari 2025 | 19:00 WIB
Peristiwa Ghadir Khum: Momen Bersejarah yang Memicu Perbedaan Sunni dan Syiah (Foto/YouTube)
Peristiwa Ghadir Khum: Momen Bersejarah yang Memicu Perbedaan Sunni dan Syiah (Foto/YouTube)

IFA.id -- Peristiwa Ghadir Khum adalah salah satu kejadian paling kontroversial dalam sejarah Islam yang hingga kini menjadi titik perbedaan antara dua kelompok utama dalam Islam, yaitu Sunni dan Syiah.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 18 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah (632 M) ketika Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan pulang dari Haji Wada'.

Ghadir Khum merupakan sebuah tempat di antara Makkah dan Madinah di mana Rasulullah menyampaikan pidatonya yang bersejarah kepada para sahabat.

Baca Juga: Kontribusi Jabir bin Hayyan dalam Ilmu Kimia dan Metode Eksperimental

Latar Belakang Peristiwa Ghadir Khum

Setelah menyelesaikan ibadah haji terakhirnya, Nabi Muhammad SAW dan rombongan besar kaum Muslimin bergerak kembali ke Madinah.

Dalam perjalanan tersebut, di sebuah tempat bernama Ghadir Khum, Nabi Muhammad SAW menghentikan perjalanan dan mengumpulkan para sahabatnya untuk menyampaikan pesan penting.

Di hadapan ribuan Muslim yang hadir, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barang siapa yang menjadikan aku sebagai pemimpinnya (mawla), maka Ali adalah pemimpinnya (mawla). Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya dan musuhilah orang yang memusuhinya."

Pidato ini menjadi dasar utama dari perbedaan interpretasi di antara umat Islam mengenai kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Peran Al-Biruni dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Perhitungan Geografis

Interpretasi dalam Sejarah Islam

1. Perspektif Syiah
    Kaum Syiah meyakini bahwa peristiwa Ghadir Khum merupakan deklarasi eksplisit bahwa      Ali bin Abi Thalib adalah penerus dan pemimpin umat setelah Nabi Muhammad SAW. Kata      "mawla" dalam pidato Nabi ditafsirkan sebagai pemimpin atau khalifah dalam arti politik        dan spiritual. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa kepemimpinan seharusnya            diwariskan kepada Ali bin Abi Thalib dan keturunannya.

2. Perspektif Sunni
    Di sisi lain, mayoritas umat Islam yang menganut Sunni menafsirkan kata "mawla"              sebagai sahabat dekat atau orang yang dicintai, bukan sebagai penerus dalam arti politik.      Mereka melihat peristiwa Ghadir Khum sebagai bentuk penghormatan Nabi kepada Ali bin      Abi Thalib, tetapi tidak sebagai pengangkatan resmi sebagai khalifah. Dalam pandangan        mereka, kepemimpinan umat setelah Nabi ditentukan melalui musyawarah, yang                  kemudian mengangkat Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama.

Baca Juga: Jihad dalam Islam: Makna, Jenis, dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X