IFA.id --Nabi Isa AS merupakan salah satu nabi yang memiliki keistimewaan luar biasa dalam sejarah peradaban manusia. Mukjizat terbesar yang pertama kali terjadi dalam hidupnya adalah kelahirannya yang suci dan ajaib.
Ia lahir dari seorang ibu bernama Maryam tanpa melalui proses pernikahan atau pertemuan dengan seorang laki-laki.
Maryam adalah seorang wanita salehah yang telah dipilih oleh Allah untuk mengandung Nabi Isa AS. Ketika malaikat Jibril datang kepadanya dan memberitakan bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi utusan Allah,
Maryam terkejut dan bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi, sedangkan ia belum pernah disentuh oleh laki-laki. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakannya dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah!' maka jadilah ia." (QS. Ali Imran: 59)
Mukjizat ini menjadi tanda kekuasaan Allah bahwa segala sesuatu bisa terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Setelah melahirkan Nabi Isa, Maryam kembali kepada kaumnya yang kemudian menuduhnya telah berbuat dosa.
Namun, Allah memberikan mukjizat lain kepada Nabi Isa, yaitu berbicara sejak dalam buaian untuk membela ibunya. Dalam Al-Qur'an, Nabi Isa berkata:
"Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi." (QS. Maryam: 30)
Baca Juga: Kisah Nabi Yunus: Terkurung dalam Perut Ikan Selama 3 Hari
Perjuangan Nabi Isa dalam Melawan Kebatilan
Setelah tumbuh dewasa, Nabi Isa AS menerima wahyu dan diutus kepada Bani Israil untuk menyampaikan ajaran tauhid dan membimbing mereka ke jalan yang benar.
Namun, kaum Bani Israil banyak yang menolak dan bahkan berusaha untuk menentang ajaran yang dibawanya.
Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Isa diberikan berbagai mukjizat oleh Allah untuk membuktikan kebenaran risalahnya, di antaranya:
Meskipun memiliki berbagai mukjizat, Nabi Isa tetap menghadapi perlawanan keras dari para pemuka agama Bani Israil yang merasa terancam oleh dakwahnya.
Mereka bersekongkol dengan penguasa Romawi untuk menangkap dan membunuhnya. Namun, dalam kehendak Allah, Nabi Isa tidak dibunuh atau disalib, melainkan diangkat ke langit. Allah berfirman:
"Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi yang diserupakan bagi mereka..." (QS. An-Nisa: 157)
Artikel Terkait
Kisah Nabi Ismail: Kesabaran dan Keikhlasan dalam Pengorbanan
Kehebatan Dinasti Umayyah Dapat Memperluas Wilayah Islam dan Kemajuan Peradaban Islam di Andalusia
Ladang Pahala di Bulan Penuh Berkah bagi yang Menyediakan Makanan Berbuka Puasa
Ketika Kaum Murtad Memberontak : Perlawanan Abu Bakar dalam Mempertahankan Islam
Kisah Nabi Musa: Mukjizat Tongkat dan Terbelahnya Laut Merah