Jumat, 17 Juli 2026

Ketika Kaum Murtad Memberontak : Perlawanan Abu Bakar dalam Mempertahankan Islam

Gilang Fajar, Ifa.id
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 23:04 WIB
Ketika Kaum Murtad Memberontak : Perlawanan Abu Bakar dalam Mempertahankan Islam (Foto/YouTube)
Ketika Kaum Murtad Memberontak : Perlawanan Abu Bakar dalam Mempertahankan Islam (Foto/YouTube)

IFA.id -- Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, umat Islam menghadapi tantangan besar dalam menjaga keutuhan agama dan pemerintahan.

Salah satu tantangan utama yang muncul adalah pemberontakan kaum murtad, yang dikenal sebagai Perang Riddah.

Pemberontakan ini dipimpin oleh kelompok-kelompok yang menolak membayar zakat, suku-suku yang kembali ke kepercayaan lama, serta munculnya nabi-nabi palsu yang mengklaim kenabian setelah Rasulullah SAW.

Di bawah kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, umat Islam berjuang keras untuk mengatasi ancaman ini dan mempertahankan kesatuan Islam.

Baca Juga: Sejarah Piagam Madinah: Konstitusi Tertua yang Menjadi Dasar Persatuan dan Keadilan

Latar Belakang Pemberontakan

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, banyak suku Arab merasa tidak lagi memiliki kewajiban untuk tunduk kepada pemerintahan Islam.

Sebagian dari mereka menolak membayar zakat, menganggapnya hanya sebagai kewajiban kepada Nabi, bukan kepada negara Islam.

Ada juga yang kembali kepada ajaran nenek moyang mereka dan keluar dari Islam.

Selain itu, beberapa orang mengaku sebagai nabi baru dengan alasan bahwa kenabian masih berlanjut.

Tokoh-tokoh seperti Musailamah Al-Kazzab di Yamamah, Tulaihah bin Khuwaylid di Bani Asad, Sajah binti Al-Harith di Bani Tamim, dan Al-Aswad Al-Ansi di Yaman mengklaim menerima wahyu dan menarik pengikut di wilayah mereka.

Baca Juga: Ekspansi Islam di Masa Umar bin Khattab: Perjalanan Sejarah yang Mengubah Dunia

Perlawanan Khalifah Abu Bakar

Sebagai khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengambil tindakan tegas terhadap pemberontakan ini.

Ia menegaskan bahwa Islam bukan hanya sebatas keyakinan individu tetapi juga sebuah pemerintahan yang harus dijaga.

Dengan dukungan para sahabat, beliau mengirim pasukan untuk memadamkan pemberontakan di berbagai wilayah.

Salah satu pertempuran terbesar dalam Perang Riddah adalah melawan Musailamah Al-Kazzab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X