Ja'far menjawab raja Najasyi tentang apa yang mereka percaya tentang Isa bin Maryam dan ibunya. Mereka menganggap Isa sebagai seorang nabi dan hamba Allah, bukan Tuhan.
Setelah mendengar penjelasan ini, Raja Najasyi menyatakan dukungannya terhadap umat islam dan menolak permintaan Quraisy untuk mengembalikan mereka.
“Selamat untukmu dan orang-orang yang datang bersamamu. Saya bersaksi bahwa dia (Muhammad) adalah utusan Allah,” ungkap Raja Najasyi dengan tegas.
Ia bahkan menyatakan bahwa seandainya ia bukan seorang raja, ia akan pergi menemui Nabi Muhammad secara langsung.
Baca Juga: Cara Mudah Mempelajari Al-Qur'an: Tips dan Panduan Praktis Untukmu!
Kisah Raja Najasyi memberi kita pelajaran penting tentang bagaimana pentingnya keadilan, toleransi, dan keberanian dalam menghadapi situasi sulit.
Meskipun dia belum memeluk islam pada saat itu, Nabi Muhammad SAW tetap menghormatinya.
Ketika berita kematian Raja Najasyi sampai ke Madinah, Nabi Muhammad melakukan salat jenazah ghaib untuknya sebagai penghormatan atas tindakannya yang mulia dalam melindungi umat muslim.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa para pemimpin harus menghormati nilai-nilai universal seperti keberanian untuk mengatakan kebenaran dan melindungi mereka yang teraniaya.
Keteguhan Raja Najasyi menerima umat islam di tengah ancaman menunjukkan bahwa kebaikan akan selalu dikenang meskipun dalam situasi yang sulit.
(Dinda Putri R)
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza: Peluang Baru untuk Perdamaian
Wisata Kuliner Halal di Los Angeles: Rekomendasi Tempat Makan Favorit
Hikmah Nabi Ayub Kesabaran dalam Menghadapi Ujian
Inspirasi dari Kehidupan Umar bin Khattab Keadilan dan Kesederhanaan
Kisah Perjuangan Para Ulama Besar Indonesia Melestarikan Keilmuan Islam