“Teknologi harus membawa manusia lebih dekat dengan nilai spiritual, bukan menjauhkannya,” kata Ahmad Zulkifli, pendiri Metawaqf.id.
Baca Juga: Ketika Tahajud Menyembuhkan Luka Batin
“Dengan metaverse, wakaf menjadi pengalaman emosional, bukan sekadar transaksi.”
Wakaf digital membuktikan bahwa ibadah tidak mengenal batas ruang, waktu, atau format.
Bahwa di tengah dunia yang serba cepat, manusia tetap bisa meninggalkan jejak abadi.
IFA.id menutup artikel ini dengan refleksi:
“Teknologi bisa berubah setiap tahun, tapi nilai kebaikan tidak pernah usang.
Wakaf digital hanyalah cara baru untuk menjalankan pesan lama: memberi sebelum terlambat.”