ekonomi-bisnis

Rekomendasi Saham Terbaru Juli 2025: Analisis dan Pilihan Saham Unggulan

Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:21 WIB
Ilustrasi status saham. (foto/pinterest)

IFA.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia memasuki Juli 2025 dengan gerakan konsolidatif di tengah volatilitas global yang tinggi, ditambah dengan tekanan yang datang dari sektor keuangan dan teknologi.

Meskipun demikian, analis optimis bahwa potensi penguatan masih terbuka lebar, terutama pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan sektor-sektor yang mendapat dorongan positif dari kebijakan pemerintah serta tren ekonomi domestik.

Pada awal Juli 2025, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi yang disertai dengan fluktuasi besar di pasar global, namun tetap menunjukkan peluang bagi saham-saham dengan fundamental yang solid.

Baca Juga: Kasus Pencucian Uang di Singapura: Credit Suisse dan Citi Didenda Terkait Skandal Rp38 Triliun

Saham-saham yang menjadi rekomendasi analis mencakup sejumlah emiten yang berpotensi memberikan hasil positif bagi investor, di antaranya Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masuk dalam kategori "Buy on Weakness," dengan target harga Rp9.200.

Saham ini merupakan pilihan utama di sektor perbankan.

Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) juga mendapat rekomendasi "Buy" dengan target harga Rp6.500, didorong oleh kinerja yang solid dan dividen yang rutin diberikan kepada pemegang saham.

Dari sektor tambang, saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi pilihan yang menarik, dengan rekomendasi "Buy" dan target harga Rp3.300, berkat sentimen positif dari harga nikel dan emas yang terus meningkat.

Baca Juga: Dukungan Keluarga Haji Isam untuk KFC (FAST): Strategi Baru Grup Salim dan Gelael Tingkatkan Keuntungan

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), yang berada di sektor pulp dan kertas, mendapat rekomendasi "Buy on Weakness," dengan target harga Rp5.800, karena dianggap sebagai sektor defensif yang cenderung stabil meski kondisi pasar fluktuatif.

Di sektor energi dan baterai, Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi pilihan menarik dengan rekomendasi "Trading Buy," mengingat prospek kendaraan listrik yang semakin berkembang, dengan target harga Rp500.

Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), sebuah emiten di sektor teknologi, mendapatkan rekomendasi "Speculative Buy" dengan target harga Rp2.320, seiring dengan potensi pertumbuhan sektor digital yang pesat.

Dari sektor konsumsi, Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) diprediksi memiliki potensi bagus dengan rekomendasi "Buy" dan target harga Rp140, mengingat sektor pangan yang cenderung stabil dan banyak dicari.

Baca Juga: Indonesia Menyongsong Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB