ekonomi-bisnis

IIF Catat Laba Bersih Rp122,51 Miliar pada 2024, Tumbuh 17,63%

Kamis, 1 Mei 2025 | 23:56 WIB
Presdir dan CEO PT IIF, Reynaldi Hermanjsyah. (Foto/SWA)

IFA.id -- PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) melaporkan laba bersih sebesar Rp122,51 miliar pada tahun 2024, yang menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 17,63% dibandingkan dengan laba bersih pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp104,15 miliar.

Pencapaian ini juga berhasil melampaui target anggaran perusahaan untuk tahun 2024, yang diperkirakan sebesar Rp120,03 miliar.

Keberhasilan ini mencerminkan kinerja yang solid meskipun tantangan global dan domestik dalam sektor infrastruktur yang semakin kompetitif.

Pendapatan usaha IIF sepanjang 2024 tercatat sebesar Rp1,39 triliun, yang mencatatkan pertumbuhan 3,70% dari tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp1,34 triliun.

Baca Juga: Batam Seafood, Kuliner Peranakan yang Perlu Dilestarikan

Pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan yang stabil setelah beberapa tahun tantangan ekonomi global.

Dalam lima tahun terakhir, IIF berhasil mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) yang impresif, yakni 11% untuk pendapatan dan 30% untuk laba bersih, yang menunjukkan daya saing dan efisiensi operasional yang semakin meningkat.

Dalam hal pembiayaan, IIF berhasil meningkatkan komitmen pembiayaan baru pada tahun 2024, yang mencapai Rp3,93 triliun, tumbuh 13,52% dibandingkan dengan komitmen pembiayaan baru pada tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp3,46 triliun.

Baca Juga: UPJ Gelar Humanis Festival 2025: Kolaborasi Inovatif Dunia Pendidikan dan Industri

Pembiayaan ini melibatkan sektor-sektor penting, seperti air bersih, jalan tol, kawasan ekonomi khusus, telekomunikasi, infrastruktur sosial, dan infrastruktur gas, yang semuanya memiliki dampak besar pada pengembangan infrastruktur nasional.

Selain itu, IIF juga memperluas layanannya dengan memperoleh 10 mandat baru dalam jasa advisory, dengan nilai kontrak sebesar Rp39 miliar pada tahun 2024.

Mandat tersebut terdiri dari 6 proyek jasa ESG (Environmental, Social, and Governance) advisory, 3 untuk jasa financial advisory, dan 1 untuk layanan equity divestment.

Layanan ini memperlihatkan keahlian IIF dalam memberikan konsultasi yang relevan dalam pengelolaan keberlanjutan dan pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Diproyeksi Tembus Rp1,65 Miliar pada Kuartal II 2025

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB