IFA.id -- Sektor perikanan Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan performa gemilang dengan ekspor yang menjangkau 42 negara.
Pada tahun 2024, volume ekspor perikanan Sulut mencapai 28.056 ton, dengan nilai tertinggi sekitar USD 162,7 juta (setara Rp2,6 triliun), menjadikannya sebagai salah satu provinsi dengan nilai ekspor terbesar di Indonesia.
Komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, kerapu, layang, ikan asap, goby, rumput laut, dan marlin mendominasi ekspor perikanan Sulut.
Produk-produk ini telah melalui proses hilirisasi menjadi loin, fillet, dan produk beku siap saji, mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi yang diterapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Baca Juga: Jawa Tengah Tampil Sebagai Magnet Investasi di Indonesia Investment Summit 2025
Pasar ekspor utama produk perikanan Sulut meliputi Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, Australia, Thailand, Vietnam, Hongkong, Korea, Belanda, dan Kanada.
Negara-negara ini menjadi tujuan utama ekspor, dengan kontribusi signifikan terhadap total nilai ekspor perikanan Sulut.
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan pangan produk perikanan, Badan Mutu KKP telah melaksanakan sembilan sertifikasi untuk memenuhi prasyarat mutu dan keamanan pangan di negara tujuan ekspor.
KKP terus mendorong hilirisasi perikanan di Sulut untuk memastikan produk perikanan tidak hanya memenuhi standar ekspor, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sulut sebagai pusat hilirisasi perikanan di Indonesia.
Dengan kinerja ekspor yang terus meningkat, sektor perikanan Sulut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional, serta meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.