IFA.id -- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 700 kilometer serta pembangunan dan rehabilitasi 23 jembatan pada tahun 2025.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
"Pembangunan ini merupakan komitmen kami untuk menyediakan aksesibilitas yang memadai bagi seluruh masyarakat Banyuwangi," ujar Bupati Ipuk saat meninjau jembatan penghubung Kecamatan Glenmore dan Tegalsari.
Baca Juga: Rekonstruksi Penembakan Tiga Polisi oleh Oknum TNI di Lampung Digelar Tertutup
Meskipun anggaran daerah mengalami efisiensi, Bupati Ipuk menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas.
"Kami juga mohon maaf apabila belum semua ruas jalan dapat tertangani dalam waktu dekat.
Pemkab telah memiliki data jalan mana yang menjadi prioritas dan urgent untuk segera ditangani," tambahnya.
Salah satu proyek yang telah rampung adalah Jembatan KH Achmad Musayidi yang menghubungkan Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, dengan Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.
Baca Juga: 14 Napi Rutan Pekanbaru Diduga Pesta Narkoba, Jalani Tes Urine dan Investigasi Lanjutan
Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga yang bekerja di areal Perkebunan Kalitelepak PTPN 1 Regional 5, mempermudah mereka dalam mengakses berbagai fasilitas di Kecamatan Tegalsari atau Genteng.
Plt. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPR) Kabupaten Banyuwangi, Ebta Arisandi, menambahkan bahwa selama periode 2021 hingga 2024, Pemkab Banyuwangi telah berhasil membangun dan merehabilitasi sebanyak 222 jembatan.
"Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemkab dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Bumi Blambangan," paparnya.
Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi.