IFA.id -- Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama di bidang energi terbarukan dengan mengembangkan dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi pada Rabu (9/4/2025).
Dalam pertemuan di Istana Qasr Al Shatie, kedua pemimpin menyaksikan pengumuman delapan kesepakatan kerja sama, termasuk dua proyek PLTS terapung.
Baca Juga: Toyota Percepat Langkah di Tengah Tren Mobil Listrik
Proyek pertama adalah penambahan kapasitas PLTS terapung Cirata di Purwakarta, Jawa Barat, yang saat ini memiliki kapasitas 192 Mega Watt peak (MWp).
Proyek kedua melibatkan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC - MASDAR untuk mengembangkan PLTS terapung Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, dengan kapasitas 100 MW.
Baca Juga: PDIP Peringatkan Presiden Prabowo tentang Potensi PHK Akibat Kebijakan Tarif Baru AS
Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Bagi UEA, investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) Indonesia membuka peluang ekspansi pasar energi bersih ke Asia Tenggara.
Selain sektor energi terbarukan, pertemuan Prabowo dan MBZ juga memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, keamanan, dan keagamaan, menandai komitmen kedua negara dalam berbagai sektor strategis.