ekonomi-bisnis

Yoshinoya: Dari Warung Kecil di Tokyo hingga Ratusan Cabang di Berbagai Negara

Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:49 WIB
Cabang Yoshinoya di Plaza Senayan, Jakarta. (Foto/Plaza Senayan)

IFA.id -- Yoshinoya didirikan pada tahun 1899 oleh Eikichi Matsuda di pasar ikan Nihonbashi, Tokyo. Nama "Yoshinoya" berasal dari kampung halaman Matsuda, Yoshino-cho di Osaka, dengan tambahan "ya" yang berarti rumah.

Awalnya, Yoshinoya adalah kios kecil yang melayani pekerja pasar dengan menu utama gyudon, nasi dengan irisan daging sapi berbumbu khas Jepang.

Lokasinya yang strategis dan cita rasa lezat membuatnya populer di kalangan pekerja.

Baca Juga: Perjalanan Li Ka-shing: Dari Buruh Pabrik Menjadi Miliarder Hong Kong dan Filantropis di Indonesia

Setelah gempa bumi besar Kanto 1923 menghancurkan Tokyo, termasuk pasar Nihonbashi, Matsuda memindahkan usahanya ke pasar Tsukiji yang baru dibuka.

Di sana, ia mengembangkan konsep penyajian cepat, cikal bakal restoran cepat saji modern. 

Pada tahun 1952, Yoshinoya membuka restoran 24 jam, meningkatkan popularitasnya.

Pada 1958, kepemimpinan beralih ke putra Matsuda, Mizuho, yang mengubahnya menjadi perusahaan terbuka dan memulai waralaba, menandai ekspansi besar-besaran.

Baca Juga: Bupati Bogor Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2024, Fokus pada Optimalisasi Pelayanan Publik

Yoshinoya memasuki Indonesia pada 1993 dengan membuka cabang pertama di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan.

Namun, operasi dihentikan pada Juli 1998. Pada 2010, Yoshinoya kembali dengan membuka gerai di Grand Indonesia, Jakarta, melalui kerja sama dengan PT Multirasa Nusantara.

Hingga November 2024, terdapat 169 gerai Yoshinoya di berbagai kota di Indonesia.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB