IFA.id -- Penundaan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dinilai membawa dampak besar terhadap perekonomian nasional.
Menurut riset terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios), kebijakan ini berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi hingga Rp119 triliun.
Direktur Celios, Bhima Yudhistira, mengungkapkan bahwa keterlambatan pengangkatan CPNS berimbas pada konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan THR Swasta, BUMN, dan BUMD Cair H-7 Lebaran
Para calon pegawai yang seharusnya sudah memiliki penghasilan tetap terpaksa menunda berbagai keputusan ekonomi, seperti pembelian rumah, kendaraan, atau kebutuhan pokok lainnya.
“Penundaan ini mengurangi perputaran uang di sektor riil, menekan daya beli, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah yang bergantung pada belanja aparatur negara,” ujar Bhima.
Selain itu, dampak lain dari penundaan ini adalah terganggunya pelayanan publik akibat kurangnya tenaga kerja di berbagai sektor pemerintahan.
Baca Juga: Diduga Bunuh Bayinya di Semarang, Brigadir AK Ditahan Propam Polda Jateng
Hal ini dapat mempengaruhi efektivitas birokrasi dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Celios mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan proses pengangkatan CPNS guna mengurangi dampak negatif terhadap perekonomian.
Kepastian waktu pengangkatan dianggap penting agar stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga.