IFA.id -- Roda kehidupan terus berputar, tak selamanya seseorang berada di bawah, begitu pula sebaliknya.
Hal ini tercermin dalam kisah Nurul Atik, pria asal Jepara, Jawa Tengah, yang dulunya bekerja sebagai cleaning service demi membiayai kuliahnya sendiri.
Namun, karena kesibukan bekerja, ia terpaksa mengubur impian pendidikannya dan memilih membangun bisnisnya sendiri dari nol.
Kini, ia sukses sebagai pendiri PT Rocket Chicken Indonesia, jaringan restoran cepat saji yang memiliki ratusan cabang di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Mentan Amran: Harga Cabai Naik di Awal Ramadan, Beras Turun, Stok Pangan Stabil
Perjalanan suksesnya tidak instan. Awalnya, ia bercita-cita menjadi polisi, tetapi keterbatasan ekonomi membuatnya harus bekerja keras sejak muda.
Orang tuanya, yang bekerja sebagai buruh tani dan tukang batu, tak mampu membiayai pendidikan lebih lanjut.
Secara akademik, Nurul tidak menonjol, dan nilai beberapa mata pelajarannya bahkan di bawah rata-rata, membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan.
Pada 1989, ia akhirnya diterima sebagai cleaning service di sebuah restoran cepat saji di Semarang.
Dua tahun kemudian, ia naik jabatan menjadi tukang cuci piring. Kariernya terus menanjak hingga mencapai posisi area manajer.
Namun, setelah sembilan tahun bekerja, Nurul memutuskan keluar untuk merintis usaha kuliner sendiri.
Awalnya, ia bekerja sama dengan seorang rekan bisnis, tetapi akhirnya memilih mundur karena perbedaan visi.
Ia pun berjualan gorengan di Kalasan, Yogyakarta, selama dua tahun. Pada 2010, ia memberanikan diri untuk memulai bisnis ayam goreng dengan sistem franchise, dimulai dari ajakan kepada kakaknya.