IFA.id -- Bisnis kuliner berkembang pesat jika menemukan pasar yang tepat. Salah satu contohnya adalah Ayam Gepuk Pak Gembus, merek ayam gepuk populer asal Yogyakarta.
Kisah suksesnya berawal dari Rido Nurul Adityawan, pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus, yang merintis usaha ini pada Oktober 2013.
Bermodalkan tekad kuat untuk sukses di perantauan Jakarta, Rido berani mengambil langkah besar untuk memulai bisnisnya.
Sebelum terjun ke dunia kuliner, Rido sempat bekerja di beberapa perusahaan, termasuk di sektor batu bara dan sebagai customer service.
Baca Juga: Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu dan Pelopor Kosmetik Tradisional, Wafat di Usia 96 Tahun
Dari pengalaman kerja selama 3,5 tahun, ia berhasil mengumpulkan modal awal sebesar Rp19 juta untuk membuka usaha ayam gepuk.
Nama "Gembus" berasal dari panggilannya sejak kecil, sedangkan "ayam gepuk" merujuk pada metode memasak ayam yang dipukul-pukul sebelum digoreng. Usaha ini dimulai dari sebuah tenda di Pesanggrahan, Jakarta Barat.
Tahun 2015 menjadi titik balik ketika seorang pelanggan tertarik membuka franchise Ayam Gepuk Pak Gembus.
Meski belum memahami konsep waralaba, Rido berusaha mempelajarinya secara mandiri.
Baca Juga: Kisah Rabbani: Dari Kios Sederhana hingga Brand Fashion Muslim Besar di Indonesia
Berkat riset dan usaha keras, proposal franchise senilai Rp15 juta yang ia tawarkan langsung disetujui.
Kesuksesan ini memicu minat banyak orang untuk bermitra, hingga jumlah gerainya kini mencapai ratusan di seluruh Indonesia dan beberapa cabang di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Selandia Baru.
Demi mengelola bisnis yang semakin berkembang, Rido mendirikan PT Yellow Food Indonesia pada 2015.
Baca Juga: Jilbrave: Dari Tenda Kecil hingga Menjadi Brand Busana Muslim Hits di Instagram