IFA.id -- Andanu Prasetyo, akrab disapa Tyo, memulai perjalanannya di dunia bisnis pada tahun 2008 saat masih menjadi mahasiswa semester tiga.
Bersama kakaknya, ia mengelola bisnis distro pakaian yang kemudian berkembang menjadi kafe bernama Toodz House pada tahun 2010. Kafe ini menawarkan kopi susu yang mendapatkan respons positif dari pelanggan.
Pada tahun 2015, Tyo mendirikan Toko Kopi Tuku di Cipete, Jakarta Selatan, dengan tujuan memperkenalkan kopi lokal Indonesia kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Apelicious: Dari Keripik Apel hingga 20 Varian Buah & Sayur, Kisah Sukses UMKM Malang
Menu andalannya, Kopi Susu Tetangga, merupakan perpaduan antara latte dan gula aren yang menjadi favorit banyak orang.
Kedai ini mendapatkan perhatian nasional setelah dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2017, yang semakin meningkatkan popularitasnya.
Kopi Tuku terus berkembang dengan membuka lebih dari 40 gerai di berbagai lokasi di Indonesia.
Pada tahun 2024, Kopi Tuku melakukan ekspansi internasional dengan membuka kedai pop-up di Gangnam, Seoul, Korea Selatan.
Baca Juga: 5 Ide Bisnis Modal Kecil yang Menguntungkan Saat Ramadan
Langkah ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang ekspansi bisnis kopi dan peralatan penyeduhannya di pasar internasional.
Dalam menjalankan bisnisnya, Tyo menekankan pentingnya kolaborasi dengan petani lokal untuk memastikan kualitas produk dan memberikan dampak positif bagi komunitas.
Filosofi bisnisnya yang berfokus pada komunitas dan kualitas telah membawa Kopi Tuku menjadi salah satu merek kopi terkemuka di Indonesia dan mulai dikenal di kancah internasional.