IFA.id -- Di balik kelezatan keripik kentang yang renyah, terdapat proses produksi yang harus dilakukan dengan benar agar menghasilkan kualitas terbaik.
Pembuatan keripik kentang dimulai dengan perendaman potongan kentang dalam air untuk menghilangkan kotoran dan menghindari tekstur yang berminyak saat digoreng.
Setelah dicuci hingga airnya bening, kentang kemudian direndam dengan campuran garam dan cuka.
Teknik ini bertujuan untuk memberikan rasa yang khas sekaligus menjaga kerenyahan lebih lama setelah proses penggorengan selesai.
Baca Juga: Stadion Gelora Delta Sidoarjo Siap Diresmikan, Menteri Dody: Sudah Penuhi Standar FIFA
PT Madani Agri Lestari, sebuah usaha yang bergerak dalam pengelolaan kentang dengan merek Madaniagri Snack, telah membuktikan bahwa bahan sederhana bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.
Adi Bayu Putra, pemilik usaha ini, menjelaskan bahwa Madani Agri Lestari awalnya hanya berfokus pada penanaman dan pembibitan kentang sebelum akhirnya berkembang ke bidang perdagangan dan pengolahan pascapanen.
Dengan inovasi yang dilakukan, usaha ini berhasil meningkatkan omzetnya secara signifikan dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Studi: Aspal Plastik Tingkatkan Daya Tahan Jalan, Teruji di Garut
Tidak hanya mengejar keuntungan, Madani Agri Lestari juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Rancamanyar, Pangalengan.
Melalui bisnis ini, warga lokal dilibatkan dalam berbagai proses produksi, mulai dari pengolahan hingga distribusi.
Bayu percaya bahwa dengan memberikan kesempatan kepada petani dan masyarakat sekitar, mereka bisa tumbuh bersama dan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan serta saling menguntungkan.
Baca Juga: Polrestabes Bandung Imbau Sahur On The Road Berfokus pada Ibadah
Perjalanan PT Madani Agri Lestari tidak selalu mulus. Bayu mengakui bahwa di awal merintis bisnis, ia sempat mengalami kerugian besar, termasuk karena kasus penipuan.