ekonomi-bisnis

Budidaya Timun Baby, Peluang Cuan Cepat dengan Panen dalam 30 Hari

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:53 WIB
Pak Maniso, Penyuluh Pertanian Swadaya (foto/youtube)

IFA.id -- Permintaan timun baby terus meningkat di pasaran, bahkan bisa mencapai minimal 4 ton per hari.

Maniso, seorang penyuluh swadaya sekaligus pendamping petani dari Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Sleman, menyebut bahwa budidaya timun baby semakin diminati karena mudah dilakukan, memiliki masa panen singkat hanya 30 hari, dan pasarnya sangat terbuka.

Jika dulu timun baby hanya dijual di pasar modern, sejak 2019 hasil panennya juga mulai masuk ke pasar tradisional dan mendapat sambutan positif dari konsumen.

Baca Juga: Zaki, Pemuda Lulusan SMP yang Sukses Ekspor Puluhan Ribu Ikan Arwana

Dalam proses budidayanya, Maniso menyarankan agar petani menyiapkan lahan dengan menebarkan kotoran hewan dan kapur dolomit, lalu mencampurkannya dengan bakteri yang telah diaktivasi menggunakan molase.

Setelah itu, bedengan dibuat, pupuk kimia ditambahkan, dan benih ditanam. Perawatan yang tepat menjadi kunci keberhasilan panen, seperti pemberian kalsium pada hari keempat, pemupukan NPK pada hari ketujuh, serta pemupukan lanjutan di hari ke-14 dan ke-28.

Petani juga harus memastikan tinggi ajir minimal 170 cm agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, hama seperti ulat dan kumbang kecil atau "oteng-oteng" perlu dikendalikan sejak dini agar tidak menyebabkan gagal panen.

Baca Juga: Pak Joko, Kepala Desa yang Sukses Mengembangkan Peternakan Ayam Elba

Untuk pemasaran, Maniso dan tim PPHPM Sleman telah menyiapkan sistem yang memudahkan petani.

Harga pasar dipantau sejak pukul tiga pagi dan diinformasikan kepada petani pada pukul enam pagi.

Setelah panen, timun baby langsung disortasi dan dikemas sebelum dikirim ke pedagang, sehingga petani tidak perlu khawatir mencari pembeli.

Selain timun baby, PPHPM juga menampung berbagai hasil pertanian lain seperti pepaya, nangka, kelapa, dan pisang.

Dengan sistem pemasaran yang terorganisir, para petani di Sleman kini semakin percaya diri dalam bertani karena hasil panen mereka dipastikan terserap oleh pasar.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB