IFA.id -- Dalam menjalankan usaha, penting bagi seorang Muslim untuk mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan dalam syariat Islam, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah.
Menurut Buya Yahya, langkah pertama dalam berdagang adalah memastikan niat yang baik.
Usaha yang dilakukan seharusnya tidak semata-mata bertujuan untuk keuntungan duniawi, tetapi juga menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.
Dengan menanamkan niat yang benar, bahkan sebelum keberhasilan tampak secara nyata, seseorang sudah memperoleh pahala dari Allah.
Baca Juga: Benteng Tolukko: Saksi Bisu Sejarah Perdagangan Rempah dan Perebutan KekuasaanBaca Juga: Perjuangan Merintis Bisnis Dari Jualan di Sekolah hingga Sukses Jadi Pengusaha Kuliner
Selain niat yang lurus, sumber daya yang digunakan dalam usaha juga harus berasal dari cara yang halal.
Meskipun tujuan yang ingin dicapai baik, namun jika cara mencapainya tidak sesuai dengan syariat, maka usaha tersebut tidak akan membawa berkah.
Hal ini menegaskan pentingnya menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum Islam, karena keberkahan dalam usaha hanya dapat diperoleh jika dilakukan dengan cara yang benar.
Baca Juga: Mencari Motivasi Hidup dalam Cahaya Al-Qur'an dan Hadis: Dalil-Dalil yang Menginspirasi
Dalam berdagang, Rasulullah mengajarkan dua metode yang perlu diterapkan secara bersamaan, yaitu usaha lahiriah dan batiniah.
Usaha lahiriah mencakup kerja keras, perencanaan yang matang, serta strategi yang tepat, sementara usaha batiniah mencakup doa, tawakal, dan keyakinan penuh kepada Allah.
Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, seorang pedagang tidak hanya berupaya secara rasional, tetapi juga menggantungkan harapannya kepada Allah untuk hasil yang terbaik.
Baca Juga: 7 Tips Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW yang Patut Ditiru!
Di tengah kesibukan berdagang, seorang Muslim juga tidak boleh melupakan keterikatannya kepada Allah.