ekonomi-bisnis

Potensi Pasar Syariah di Indonesia: Peluang Besar untuk UMKM dan Entrepreneur

Kamis, 16 Januari 2025 | 17:52 WIB
Ilustrasi Pasar Syariah(Sumbe Freepik)

IFA.ID-- Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia mencapai 87,2%, memiliki pasar syariah yang sangat besar namun masih terbilang "tidur". Potensi pasar ini mencakup berbagai sektor, seperti makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, fashion, media, rumah sakit, perhotelan, hingga pariwisata.

Meski Indonesia memiliki populasi besar, sektor keuangan syariah Indonesia masih tergolong kecil, menduduki posisi keempat setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Para Ulama Besar Indonesia Melestarikan Keilmuan Islam

Berdasarkan data OJK pada tahun 2021, aset keuangan syariah baru mencapai 9,6% dan bank syariah hanya menguasai 6,4% pasar. Padahal, dengan populasi mayoritas Muslim, sektor ini seharusnya dapat menyumbang lebih banyak.

Dalam hal ini, sektor perbankan syariah di Indonesia berpotensi besar, dengan estimasi nilai ekonomi syariah mencapai 3 triliun dolar AS.

Sayangnya, meski besar, banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan pasar ini secara maksimal. Keberadaan pasar syariah yang kuat, didorong oleh kedekatan emosional masyarakat terhadap agama dan budaya, menjadi peluang yang sangat terbuka, terutama dalam industri-industri yang terkait dengan kebutuhan sehari-hari.

UMKM dan Peluang Bisnis Syariah

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi negara, menyumbang 97% tenaga kerja. Di 2019, terdapat lebih dari 65 juta UMKM, meskipun pada 2022 jumlahnya sedikit menurun.

Baca Juga: Hikmah Nabi Ayub Kesabaran dalam Menghadapi Ujian

Di tengah tantangan tersebut, UMKM bisa menjadi pemain kunci dalam mengembangkan pasar syariah, terutama dalam industri fashion seperti hijab. Riset dari World Economic Forum 2022 menunjukkan, konsumen Muslim di dunia menghabiskan hampir 300 miliar dolar AS pada tahun 2021 hanya untuk fashion Muslim, dengan Indonesia menjadi pasar utama.

Menariknya, meski permintaan hijab di Indonesia sangat besar, mayoritas produk hijab yang ada di pasaran berasal dari impor.

Padahal, produksi lokal dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan memberikan keuntungan lebih besar untuk perekonomian Indonesia. Bahkan, pengembangan produk hijab lokal dapat berkontribusi hingga 6 miliar dolar AS setiap tahunnya.

Cara Memasuki Pasar Syariah

Bagi pelaku UMKM yang ingin terjun ke pasar syariah, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan memulai bisnis fashion Muslim, terutama hijab, menggunakan model bisnis dropshipping atau reseller.

Dengan model ini, seorang pebisnis tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk memulai. Banyak platform seperti Evermos, yang memungkinkan para reseller untuk memasarkan produk-produk hijab dan barang halal lainnya tanpa harus menyetok barang.

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB