Jumat, 17 Juli 2026

Ketika Bunga Jadi Dosa: Mengapa Islam Begitu Tegas Melarang Riba?

- Kamis, 6 November 2025 | 20:15 WIB
Mengapa Islam Begitu Tegas Melarang Riba? (Foto/Ilustrasi)
Mengapa Islam Begitu Tegas Melarang Riba? (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Panduan Aqiqah Modern: Antara Tradisi, Kemudahan, dan Bisnis Jasa Aqiqah

Islam tidak melarang keuntungan, tetapi mengaturnya agar selaras dengan nilai moral. Setiap transaksi harus membawa manfaat bagi kedua belah pihak, bukan keuntungan sepihak yang menzalimi. Prinsip inilah yang membedakan ekonomi Islam dari sistem kapitalis modern.

Melalui larangan riba, Islam ingin menegakkan ekonomi berbasis keadilan, keseimbangan, dan solidaritas. Sistem ini menempatkan manusia sebagai pelaku utama ekonomi yang bertanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan.

Pada akhirnya, ketika bunga menjadi dosa, bukan berarti Islam anti-kemajuan. Justru larangan itu menjadi peringatan agar umat tidak terjebak dalam ilusi kemakmuran palsu. Ekonomi yang diridai Allah bukanlah yang bertumpu pada angka keuntungan, tetapi pada keberkahan, kejujuran, dan keadilan bagi semua.

 
 

Halaman:
Ekonomi Syariah Tumbuh Pesat, Jadi Pilar Baru Indonesia

Artikel Selanjutnya

Ekonomi Syariah Tumbuh Pesat, Jadi Pilar Baru Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Firjatullah Fadilla Arief

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X